Reval Untuk Letha - [END]

Reval Untuk Letha - [END]

  • WpView
    LECTURAS 1,171
  • WpVote
    Votos 665
  • WpPart
    Partes 22
WpMetadataReadConcluida vie, jun 11, 2021
[FOLLOW DULU YUK GUYS SEBELUM BACA, BIAR LEBIH ENAK.] "Reval kita mau kemana? Jangan aneh-aneh ya, nanti aku aduin ke ayah!" ancam Letha pada kekasihnya yg tak jelas itu. "Sabar sayang, udah diem aja bentar lagi sampe kok," ujar Reval meyakinkan Letha. "Kok sekarang malah berhenti si Val?!" ujar Letha kesal. "Sekarang udah sampe, aku itung 1 sampe 3, di itungan ketika buka mata kamu," perintah Reval yg di iyakan Letha. Dalam hitungan ke 3 Letha membuka matanya dan terkejut akan apa yang dia lihat. "Reval," titah Letha dengan mata berkaca-kaca dan langsung memeluk tubuh kekasihnya. "Iya sayangku, gimana? Kamu suka ngga?" tanya Reval membalas pelukan Letha. "Aku suka, suka banget malah. Kamu ada ide buat kaya gini dari mana coba? Tapi makasih banyak ya sayang, aku sayang banget sama kamu, jangan tinggalin aku ya," minta Letha yang makin mengeratkan pelukannya pada Reval. "Happy birthday sayang, semoga diumur kamu yang sekarang bisa menjadi berkah untuk hidup kamu,dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin" ucap Reval seraya mengecup kening Letha dengan lembut. "Aamiin makasih banyak sayang. Aku sayang banget sama kamu," ujar Letha dengan mata yang sudah berkaca-kaca hendak menangis. "Sama-sama sayangku. Aku punya kejutan yang lebih dari ini," ucap Reval. "Kejutan apa lagi sayang," ringik Letha yang kembali ingin menangis. "Will you marry me babe?," ucap Reval seraya menyodorkan cincin permata yang indah dihadapan Letha. Tangis Letha kembali pecah mendengar perkataan Reval yg ingin menjadikan dirinya sebagai pendamping hidupnya. -[END]- IG: retnocantik_ FB: Retno Ningsih
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • the other side
  • The Right Our Fate
  • HIDAYAH CINTA UNTUK ZHAFIRA (TERBIT)
  • Step Backward
  • Inside You
  • SIRAT DUA SURGA
  • Promise Me ( END )
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Jika Kita Sepasang Merpati √ (Lengkap)

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido