Penjara Hidup

Penjara Hidup

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2023
Yang kita ketahui tentang dunia ini hanyalah kebahagiaan dan kesombongan yang tiada henti. Mereka seolah dengan mudahnya memamerkan kualitas mereka untuk berjalan berlenggak-lenggok di hadapan semua orang. Terlalu menyakitkan mata, sampai hati ini iri. Lupa bahwa ada duri-duri yang tumbuh dibalik semua kemewahan dunia ini. Mata tertutup bak diadili penguasa hidup tanpa adanya ampunan. Puisi ini berdiri untuk membuka pintu yang selama ini tertutup. Jejak-jejak kaki yang menjadi saksi kegilaan hidup ini tanpa ada hentinya. ---------------------------------------- Jika kalian suka puisi-puisi ini, jangan lupa untuk support penulis dengan cara vote, comment, dan share ke seluruh teman-teman kamu. ---------------------------------------- ©Copyright 2021 by Laminabil
All Rights Reserved
#542
suara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [3] Aksara, Rasa, Asa | ✔
  • Biru Milikku ✔
  • Kepada sang pencipta rindu
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Langit Malam
  • Jejak
  • Diksi Dalam Sepi

Highest rank #1 words (25/05/2021) #1 puisiindonesia (20/05/2021) #1 sastraindonesia (06/10/2024) #1 pecintasastra (13/05/2021) #1 wattpadpoetry (13/05/2021) #2 poem (27/06/2021) #2 nonfiction (06/10/2024) #2 berpuisi (02/07/2021) #2 antologi (23/06/2021) #3 poetry (21/06/2021) #7 diksi (12/06/2021) #9 aksara (21/06/2021) #21 puisi (25/06/2021) #30 favorit (06/10/2024) Aku menatap kejauhan. Sekelebat cuplikan itu terkumpul dalam benakku. Tentang canda tawa, hingga keluh kesah. "Sudahkah kita tiba?" Kutegakkan kepala sekedar untuk melihat garis wajahmu. Kamu tertawa, mengusap puncak kepalaku. "Belum, masih banyak yang ingin dunia ceritakan." Rupanya dunia ini masih penuh dengan kejutan. *** Sekumpulan puisi dan sastra tentang kisah insan yang dilanda dilema: antara bertahan atau berpisah. Semesta berkonspirasi menjauhkan keduanya, ketika takdir justru memaksa mereka untuk saling memeluk. Maka, garis-garis aksara ini akan mengungkapkan semua yang mereka rasakan. Mengirimkan mimpi dan pinta kepada Sang Pencipta. Seri Tiga dari antologi puisi Rasa dalam Asa ©2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines