LUKISAN MENTARI

LUKISAN MENTARI

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 20, 2021
Aku janji akan membaca Cerita ini Nah, Lo, sudah janji kan Hai ^_^ I hope you enjoy this story guys ^_^ SINOPSIS Mentari, atau lebih sering dipanggil Tari, sangat sulit dimengerti. Tentang cita cita, Tari sangat bingung untuk memilih cita cita, sehingga ibunya memanggil guru favorit Tari untuk membujuk Tari agar cita cita Tari bukan menjadi pengangguran. "Terus, Tari mau cita cita seperti apa?" "Aku mau cita cita yang enak, sambil santai santai, melakukan apa yang kita sukai atau melakukan hobi, tapi menghasilkan uang dan itu termasuk cita cita." ~enjoy~
All Rights Reserved
#985
mentari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mentari Tanpa Sinar
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • mianhe y/n
  • Perjodohan (Zeesha)
  • Di Rumah Yang Sama Cerita Berbeda [END]
  • TRAUMA!
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • LANTAS (END)

Aku hanya seorang mentari yang kehilangan sinarnya, aku hanya ingin diperhatikan dan diperdulikan sekali saja, tapi mengapa takdir seolah memusuhiku? -Mentari Carramel Kalian selalu berkata "Bentar ya, Mama mau bacain dongeng buat Bulan," "Bentar ya, Papa mau nemenin Bulan tidur," "Bentar ya dek, Abang mau beliin Bulan ice cream," "Bentar ya, Mama takut penyakit Bulan kambuh, Mama mau jagain Bulan dulu, kamu main sendiri dulu ya," AKU KAPANNN!!!!!! SELALU SAJA BULAN BULAN DAN BULAN!!!!! Tapi mengapa setelah aku terbiasa dengan semuanya kalian malah manis kepadaku? sepi adalah sahabatku yang paling setia -Mentari Carramel Dan ini juga tentang Gava yang berstatus sebagai pacar Mentari pun mencintai kembarannya itu. Yang selalu terucap adalah "kamu lihat itu Bulan, dia baik, lemah lembut, penyayang, enggak kasar. Seharusnya kamu contoh kembaran kamu itu Tar," Aku lelah dengan ini semua, kapan kebahagiaan berpihak padaku?

More details
WpActionLinkContent Guidelines