Menuju Menara Cinta (Tamat)

Menuju Menara Cinta (Tamat)

  • WpView
    Reads 1,025
  • WpVote
    Votes 380
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 12, 2021
Cerita ini diikutkan lomba dalam event "Blowing Your Bubble with Us" @Wpe_surd #eventbubblewpe #Eventbbwpe Seorang gadis dengan hijab berwarna biru muda, terlihat begitu cantik dan anggun. Gadis itu bernama, Athiya Varasya Cahaya, sesosok gadis muda yang begitu banyak didambakan kaum adam, karena kelembutan hati, serta senyumnya yang begitu menawan. Siapakah sosok pria sejati yang meraih menara cinta dihatinya? Di atas Menara itu aku ungkapkan perasaan sesungguhnya. (Hafiyan Pratama) Akankah bisa aku mendapatkan cinta dihatinya setinggi menara itu? (Haris Aditya) Penulis: •Diva Azzara Karimah •Friza Maulidyasari @ko-kata #eventbubblewpe #Eventbbwpe
All Rights Reserved
#214
kedokteran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak Terobati [TERBIT]
  • Wasiat Aqilah [LENGKAP]
  • Rafassya & Assyifa [END]
  • Diary Hijrah, ANTAGONIS [Completed]
  • Hijaber Girl and Bad Boy✔[Sudah Terbit]
  • amore: Sacred Love [END]
  • ALLASSO (END)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • WEDLOCK [END]
  • You Are My Destiny [END] ✔

[JUARA 2 FESTIVAL MENULIS NOVEL Season 5 FAZA CITRA PRODUCTION] 🕊 Ia datang, hadir di dalam kehidupannya di antara kabut yang menyelimuti dan dinginnya malam yang menggigit. Bagi Firmansyah, seorang internis yang kehilangan cahayanya semenjak dua tahun lalu, Nisa adalah bintang kejora dari banyaknya bintang-bintang yang menggantung di atas cakrawala tiap malamnya. Dan, bagi Nisa, dipertemukan Firmansyah adalah obat yang paling ampuh di tengah sakitnya yang kerap kali mendera. Menekuk tubuhnya. Namun, siapa sangka, keduanya harus dihadapkan dengan seorang wanita yang pandai bersandiwara di depan kamera, tapi tajam menancapkan sebilah pisau di belakang layar. Ini tentang cinta yang memilih untuk menetap meski pemilik hatinya telah pergi, tentang detak yang tetap dijaga, meski janatungnya tak lagi berdetak di pelukan yang sama. Hingga senja di suatu sore yang menenggelamkan cahaya meninggalkan tanya, "Masih bisakah cinta pulang, bila rumahya tak lagi ada?" (ROMANCE-MEDIC) 🌷🌷🌷 "Dia rumah, kuakui memang tidak sempurna. Jiwanya berteriak di atas ketidakberdayaan tubuhnya, lisannya selalu tertahan kala menyuarakan keadilan. Tapi, bersamanya tangisanku luruh di dalamnya." ©gardeniaja_

More details
WpActionLinkContent Guidelines