Abian Gutama, seorang remaja laki-laki yang berasal dari keluarga sederhana. Anaknya yang ngeselin, periang, suka dengan segala candaan. Dulu Abian berfikir bahwa keluarga yang tidak akur hanya terjadi pada mereka-mereka saja yang kaya, tapi ternyata tidak. Keluarga nya yang semakin lama semakin memburuk
Di SMA dia mulai jatuh cinta dengan seorang perempuan dengan segala ke anggunannya, namanya Kinan. Tapi kasta mereka yang menjadi masalah oleh orang tua Kinan, menentang hubungan kedua nya dengan banyak macam ancaman untuk Bian
Setelah lulus SMA, Bian memilih untuk merantau, membantu keuangan keluarga karena ayahnya yang tidak bisa menjadi tulang punggung keluarga. Dia juga berusaha keras untuk menyamakan derajat nya dengan keluarga Kinan, walau kemungkinan nya kecil. Dalam merantau Dia di temani seorang perempuan yang baik dan rela berjuang membantu nya dari titik terendahnya, perempuan yang rela melakukan berbagai cara apapun padahal bukan dia yang sedang di perjuangkan, melainkan Kinan
Sesuai dengan janjinya. Bian kembali untuk menemukan Kinan setalah bertahun-tahun lamanya, pertemuan yang membuat Kinan sesak. Dia datang dengan membawa kabar yang tidak pernah terfikir di benak kinan, datang dengan membawa sebuah benda kecil yang di dalamnya sudah menjelaskan apa yang terjadi.......................
.
.
.
.
.
PENASARAN SAMA KELANJUTAN NYA?
Kira kira apa ya yang di kasih Bian buat kinan?
masalah apa yang dialami keluarga Bian ya?
mau tau bagaimana endingnya?
Apakah Bian di takdirkan untuk Kinan atau untuk yang lain?
yug di baca ceritanya
❌ DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT❌
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah.
Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi.
Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah.
Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan.
Aksa pernah berkata:
"Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar."
Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga.
Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava.
Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya.
Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama.
**
"Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?"
"Tunggu gue sukses."
**
"Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia."
***