Smile and Tears

Smile and Tears

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
Updatenya 3 kali seminggu kalau agak rame gas 4 setiap hari pun gapapa. *** Bahagia. Mungkin itu yang orang pikir tentang kehidupan seorang gadis bernama Keanetth Senara. Selain mudah senyum ia juga mudah bergaul. Bahkan sahabat dekatnya pun begitu. Dengan rapi ia menutup semuanya karena tak ingin aib serta penderitaannya terbongkar. Tak lupa dengan ancaman dan teror yang ia dapat selalu membuatnya waspada. "Bu-" "Jangan panggil aku ibu anak sialan! Aku tak sudi memiliki anak sepertimu!" "Ayah." "Jangan panggil Ayah. Ayah sibuk kamu tinggal dengan ibumu dulu. Kalau butuh uang kirim pesan saja." Menerima penderitaan yang tiada akhir. Akankah Kea bertahan? Atau mengaku kalah dan menghilang dari dunia?
All Rights Reserved
#283
hurts
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • KIARILHAM【END】
  • Menyerah atau Bertahan?
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Our Times (Completed)
  • STELLA (On Going)
  • Dear You
  • NYAMAN [Proses Revisi]

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines