WDT Academy Ramadhan [ Belphegor Group ]

WDT Academy Ramadhan [ Belphegor Group ]

  • WpView
    Reads 1,698
  • WpVote
    Votes 487
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 10, 2021
Susah nggak masalah, yang penting sombong dulu! Menjadi anak perantauan, susah-susah gampang. Apalagi untuk Erza, laki-laki yang bertahan dengan menjadi kurir ekspedisi ketika di kota hanya hidup pas-pasan. Namun, gengsi orang tua membuat Erza terpaksa berbohong, terlebih lagi di depan rival bebuyutan sejak kecil. Bagi Haekal, jatuh cinta adalah anugerah. Meski sering kali ditolak cintanya, ia tetap percaya bahwa yang patah akan tumbuh kembali. Namun, gengsi dengan mantan pacar membuat Haekal terpaksa berbohong, terlebih di depan tetangga yang suka mengolok-oloknya. Dan mereka bertemu, di dalam sebuah bus menuju kampung halaman, mencoba merangkai kebohongan demi gengsi masing-masing.
All Rights Reserved
#63
cerbung
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESA PUNYA CERITA
  • My Ice Prince
  • Arsyilazka
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Riddles Of Boy [COMPLETED]
  • Rahasia Kita [END]
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • ELGITA  (TERBIT)
  • Kapan ini berakhir???

Azis Mahendra selalu hidup mewah di kota, terpaksa ikut keluarganya mudik ke desa. Ia kesal-baginya, desa terasa asing, tak nyaman, dan jauh dari standar hidupnya. Namun semua berubah ketika ia bertemu Ratih Prameswari, gadis desa 15 tahun yang hangat dan ramah. Mereka pertama kali bertemu di pasar. Azis merasa risih dengan bau amis dan suasananya yang ramai, sementara Ratih justru tertawa melihat kepanikan Azis. Percakapan singkat mereka dalam bahasa Jawa halus jadi pembuka hubungan mereka. Hari-hari berikutnya membawa mereka ke kebersamaan yang tidak direncanakan. Mereka naik sepeda menyusuri jalanan desa, melewati sawah, tertawa saat tercebur parit karena ceroboh. Azis mulai menikmati suasana desa yang dulu ia remehkan. Dua minggu yang awalnya membosankan berubah jadi hari-hari penuh warna. Namun waktu terus berjalan. Azis harus kembali ke kota. Di ujung desa, mereka saling menatap dalam diam. Tak ada kata perpisahan, apalagi janji. Hanya perasaan yang tumbuh tanpa pernah terucap. Ini bukan kisah cinta yang selesai bahagia. Tapi tentang perbedaan, tentang waktu yang terlalu singkat, dan tentang cinta yang hadir tanpa pernah benar-benar bisa dimiliki. Apakah perasaan itu akan bertahan? Ataukah akan jadi kenangan yang perlahan memudar bersama waktu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines