Arjuna dan Warna (Renjun X All)

Arjuna dan Warna (Renjun X All)

  • WpView
    Reads 603
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 19, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
Tentang Arjuna Alarice Gufra "Si Angkuh yang Tak Tersentuh" memiliki kemampuan istimewa yang disebut "Clairvoyance", yakni kemampuan melihat warna dari aura seseorang. Kisah aneh ini dimulai sejak Arjuna memutuskan untuk pindah bersekolah. Kemampun yang sejak lahir Arjuna miliki ini mulai terkecoh saat melihat 6 orang sosok asing dalam hidupnya. Tak hanya membuat kemampuan istimewa Arjuna terkecoh, 6 orang ini juga memuat hati seorang yang tak tersentuh seperti Arjuna, menjadi terkecoh. [ Biasakan melihat tag sebelum membaca ] 14 April 2021
All Rights Reserved
#321
noren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • [1] Keluarga DERREN [ SEGERA TERBIT ]
  • 2 Oleander
  • pewaris yang terlupakan
  • Terkunci Dalam Takdir
  • The Antagonist's Second Chance
  • Delapan Bayangan satu janji
  • WHEN SPRING COMES AGAIN ( END )
  • Akhir dari Kita[END]

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines