MONSTER! NOT BAD

MONSTER! NOT BAD

  • WpView
    LETTURE 53
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, apr 17, 2022
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
ini tentang seseorang monster yang di pertemukan dengan orang bermuka dua ahhh tidak berkepribadian ganda, kadang baik kadang licik sampai gak mau nya punya saingan untuk harta keluarganya dia membuat mama nya terus keguguran dengan sengaja atau tidak sampai rahim mama nya di angkat saat mamanya hamil anak terakhir juga adik nya yang bahkan belum terbentuk sempurna monster itu yang membuat si muka dua kesal karena sang monster berserta adik nya di adopsi oleh sang mama saking kesalnya dia selalu membuat mama nya sakit sakitan karena membawa kedua orang asing itu sampai akhirnya mamanya menghembuskan nafas terakhir nya papa nya yang depresi mengakhiri hidupnya, di depan sang anak. si muka dua itu tersenyum saat papa nya menatap nya dengan rasa bersalah sebelum meninggal "akhirnya penghalang ku pergi" - Gea zama putri Shiro "kenapa dia membunuh penghalang ku? ahh tapi tidak papa karena itu akan mempermudah ku untuk memiliki nya" - Gio sean putra keandra "kenapa jadi begini" - Gino seano putra keandra
Tutti i diritti riservati
#23
obsesion
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Devil in Your (ANGGARANTA)
  • [BL] Sudden Omega
  • ALZEA
  • TIME will TELL {On Going}
  • "Cold Outside, Warm Inside"
  • SAMUDRA ✓
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Transmigrasi Bunda

[PROSES REVISI] Series pertama Anggaranta Bagaimana rasanya, difitnah oleh keluarganya sendiri, sakit!! ia hanya bisa menangis bodoh dan tersenyum miris akan semua. Diusir karena ego lebih kuat. Dibuang layaknya sampah. Hanya karena, seorang yang licik penggila harta. "Abang, gak benci sama Gea kan? Mereka aja benci sama Gea." tanya Gea sendu. 'Gimana bisa gua benci lo, sedangkan mereka yang penjilat harta malah gua sayang?' "Gak! Geo gak benci. Geo udah tahu semuanya. Mereka cuma manusia busuk penjilat harta yang kebetulan terlahir di keluarga berada." jelas Geo menahan tangisnya. 'Gua udah tau semuanya ya. Makanya, gua gak mau lagi tinggal di kandang iblis itu.' "Gua udah tau semuanya. Mereka cuma mikirin tentang harta. Bahkan, papa yang notabe-nya sayang sama kita aja, itu digaji sama oma setiap harinya. Geo udah sadar sekarang, mereka cuma kecoak yang hanya bisa mengotori dunia." sambung Geo lagi. 'Geo cuma sayang Gea. Semua adalah lalu kecuali Gea.' "Abang sampai-sampai gak habis mereka. Otaknya berisi tentang harta doang. Ada ya, manusia kejam kaya mereka?" tanya Geo seraya tersenyum miris. 'Abang, udah ngerti soal itu yah?' "Abang, dengerin Gea. Itu emang udah jadi takdir mereka." tutur Gea lembut. "Tetep aja Ya. Mereka terlalu kejam memisahkan kita." balas Geo lagi. "Bukan dunia yang kejam, tapi manusia yang menginjakkan kakinya di sana." ••• Ryan terkekeh sinis, "Papi? Sejak kapan anda menjadi papi saya?? Hm?" tanyanya dengan cekikikan. 'Apa-apaan sikap ini!?!' Hendrik menatap murka anaknya itu, "Kau harus terima, atau marga Wijaya saya cabut dari namamu." ancamnya lagi. Ryan menatap sengit pria paruh baya itu, lalu tersenyum miring. "Apa anda berani??" tanyanya menantang. "Tentu saja saya berani! Saya adalah pemilik dan penguasa marga Wijaya. Jadi, untuk apa saya takut hanya untuk mencabut nama Wijaya dari bocah ingusan sepertimu!" gertaknya mengancam, suasana berubah semakin mencekam. [END]

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti