Awan Kehilangan

Awan Kehilangan

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 20, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Nara, kehilangan menjadi hal yang tidak lagi ia takuti karena ia sudah merasanya jauh sebelum rasa takut itu sendiri ada. Bahkan saat hal yang ia takuti masih untuknya, masih di dekatnya, masih di sampingnya dan masih bersamanya. Bagi Raka, kehilangan itu tidak menjadi sesuatu yang ia takuti karena ia tahu bahwa ke mana pun ia melangkah, rasa itu tetap ada. Dan ke mana pun ia pergi, ia akan pulang untuk menghadirkan temu itu lagi. Bagi Danar, kehilangan itu sesuatu hal yang aneh, tapi ada. Kehilangan itu sebuah kenicayaan. Ia berusaha menggantikan sesuatu yang hilang, sampai lupa bahwa ia kehilangan dirinya sendiri. kehilangan rasa percayanya karena semua telah diberikan pada satu sosok yang tak ingin dihilangkannya.
All Rights Reserved
#394
wattyawards
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Remember Me
  • Naura & Lukanya
  • Persimpangan [Completed]
  • Sejenak Luka
  • CARAKU MENDAPATKANMU
  • The Loveliest LOVE
  • ELANG [End]

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines