my boyfie

my boyfie

  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 10, 2021
______________________________________________ ENJOY READING !! ______________________________________________ "aaaaaa bundaaaa" teriak lia "iya sayang... ada apa?" - Bremmm Byurrrrrrrrrrr Air genangan tadi sedikit mengenai lia untung saja bajunya tidak terlalu basah "eh gobl*k , t*l*l , kampret tu anak siapa zi" ucap lia "liat aja kalo ketemu gue gibeng gue bebek jadi rujak gue jual di kolong jembatan ancol" - penasaran? vote dan baca ya [cerita pertama ku] janlup vote ! ♡
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9096 (Complete)
  • The Man
  • Little Monster
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • DIJODOHIN-(LGL)
  • Dosgans
  • BEBY MOCIL... ( END )
  • Adik Kelas Rese!
  • LOVE IN HIGHTSCHOOL OF KOREA
  • HEY!! MR. COOL?! [END]

(DALAM PROSES PENERBITAN) (BEBERAPA PART DIHAPUS) - "Aku hamil, Pa.." Kata Seruni. Shit. Aku hampir meloncat dari sofa karena saking kagetnya. Papa seketika melotot. "Runi, kamu jangan bercanda, ya!" Adikku menghela nafasnya. "Kita semua kumpul kayak gini, bukan untuk dengerin aku bercanda, Pa.. aku benar hamil; anakku dan mas Sena.." Mama langsung megangin dadanya yang sepertinya tiba-tiba sesak. "Sen?" Aku menatap Sena yang ada di sebelah Seruni. "Bener?!!" Nawasena tampak bergeming. Kemudian, dia menghela nafas panjang. "Bener, Ra.." Aku langsung mengambil sapu rumah, hendak menghajar Nawasena yang kemudian langsung bangkit dan berlari keluar rumah. Disusul Seruni yang nggak tahu lagi harus berbuat apa selain melindungi Ayah dari calon bayinya. Semenjak saat itu, rasanya waktu berlalu sangat cepat. Semuanya sibuk mempersiapkan pernikahan Seruni dan Nawasena, sampai suatu hari, aku harus duduk berdua dengan Papa dan Mama membicarakan suatu hal. Kami bertiga terdiam cukup lama, sampai akhirnya Mama membuka suara. "Arawinda.. kamu juga harus segera menikah," Semenjak saat itu juga, hari-hariku nggak lagi sama. - 9096 adalah karya saya yang ketiga. Menaruh harapan pada genre komedi romantis, semoga karya saya satu ini bisa menghibur semuanya. Mungkin bukan senyum geli, atau bahkan gelak tawa. Yang saya harapkan, cerita ini tetap bisa menjadi pesan yang memberikan arti. Sekecil apapun itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines