Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
KALA
  • WpView
    Reads 22,964
  • WpVote
    Votes 1,191
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 6, 2024
[Kim Junkyu ft Kim Jisoo Original Fiction] ________________ ‟𝐍𝐢𝐬𝐤𝐚𝐥𝐚 𝐢𝐭𝐮 𝐥𝐮𝐤𝐚, 𝐭𝐚𝐩𝐢 𝐒𝐞𝐤𝐚𝐥𝐚 𝐩𝐞𝐧𝐚𝐦𝐩𝐮𝐧𝐠𝐧𝐲𝐚." ________________ Hidup Arjuna Sekala sudah cukup sengsara. Tidak mendapatkan keadilan sebagai anak kedua, menjadi samsak amarah Bunda, ditinggal mati orang yang disuka, dianggap penyebab kesalahan dari semua hal yang ada, kini ia juga perlu menghadapi seseorang seperti Niskala Tsabina. Perjodohannya dengan Niskala membuat segala hal semakin rumit. Mereka tidak menikah muda. Tugasnya hanyalah menjaga gadis yang emosionalnya tak stabil itu selama di sekolah. Mengawasinya agar tidak bertindak di luar kepala. Akankah eksistensi Niskala hanya akan menambah rasa sakitnya saja? Ataukah eksistensi Niskala malah membawa perubahan baru pada hidupnya? (Pindah ke Joylada)
All Rights Reserved
#560
bomin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SOLITUDES
  • Earth √̲
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • All About You [END]
  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • ARISYI EL QATHYA
  • ARJUNA
  • Assassin Girl [ Editing ]
  • RAKAYASHA
SOLITUDES

Highest rank: #1 in Fiksiremaja #1 in Cerita #3 Pregnant #5 teenfiction #8 in Benci #8 in Pregnant #10 in SMA #10 in Remaja [DISARANKAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, AGAR PEMBACA TAHU PENGUMUMAN TENTANG CERITA INI] ---- Malam itu, membuatnya membenci dirinya sendiri. Malam itu, malam terburuk baginya. Mengakhiri hidup adalah salah satu jalan baginya. Rasa benci yang sangat besar, membuatnya merasa kesepian. Ingin ia memutar waktu, untuk tidak menemuinya malam itu. 'Selalu menganggap diriku kotor, adalah sebuah kebiasaan.' - Gianna Pristin Dirgantara - ---- Kesalahan besar telah ia perbuat. Tantangan konyol yang membuatnya terjebak. Rasa penyesalan semakin tumbuh dalam dirinya. Lelah sudah ketika ia semakin tenggelam dalam penyesalan yang dalam. Kata maaf tidak pantas untuk ia ucapkan. 'Menyakitinya adalah kebiasaanku.' - Arthur Julian Wijayanto - ---- DON'T COPY MY STORY!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines