JANGAN BERCERMIN!

JANGAN BERCERMIN!

  • WpView
    LECTURAS 24
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 26, 2023
Dua tahun silam Avery mengalami kecelakaan yang menyebabkan kebutaan. Bagaimana rasanya saat mata yang buta kini kembali melihat, tapi menyampaikan banyak misteri dalam penglihatannya di hadapan cermin? Makhluk tak kasat mata terlihat setiap dirinya bercermin, kejadian-kejadian di luar nalar mulai dirasakan saat mata kembali melihat dunia. Siapakah pendonor mata Avery? Dapatkah penglihatannya kembali normal di hadapan cermin seperti manusia pada umumnya? Mempercantik diri di hadapan cermin tanpa merasa was-was. Apakah semua misteri ini dapat terpecahkan tanpa ada nyawa yang melayang?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cermin Ke Dunia Aetheria
  • 💫Three Stars Divided 💫
  • Veil of mourning
  • Love The Struggle
  • GATE OF DESTINY
  • ABIKARA ( END)
  • Nightmare Diary
  • Ketika Kita Tidur
  • Moon Promise
  • Misteri di Balik Kabut Gunung Salak

Raina, gadis 16 tahun dengan rambut sebahu dan tatapan selalu penasaran, berdiri terpaku di depan rumah tua yang diwarisi dari neneknya. Bangunan itu berdiri seperti bangkai raksasa di tengah desa kecil bernama Windmere, penuh dengan tanaman rambat dan cat yang mengelupas. Tapi yang paling menarik perhatian Raina bukan dindingnya, melainkan cermin besar di loteng, berbingkai perak dengan ukiran aneh seperti simbol bintang, mata, dan akar pohon. "Aneh... kenapa cermin ini dingin sekali, padahal lotengnya panas," gumam Raina, meletakkan tangannya di permukaannya. Begitu jari telunjuknya menyentuh simbol di sudut kanan atas, udara di sekitarnya bergelombang. Cermin itu bersinar lembut biru, dan permukaannya mulai berputar seperti pusaran air. Sebelum Raina sempat mundur, sebuah suara terdengar di dalam kepalanya: "Pewaris Cahaya, waktumu telah tiba." Dan dalam sekejap, tubuhnya tersedot ke dalam pusaran itu. Raina terjatuh di atas rerumputan ungu dan langit jingga - dunia asing yang tampak seperti mimpi dan mimpi buruk bersatu. Makhluk bersayap perak melayang di udara. Pohon-pohon berbisik. Di kejauhan, berdiri sebuah menara kristal yang memancarkan sinar ke langit. "Selamat datang di Aetheria," kata seorang anak laki-laki sebaya yang tiba-tiba muncul di sampingnya. "Kami sudah menunggumu selama dua abad."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido