Kasih Tak Sampai

Kasih Tak Sampai

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 5, 2021
Gerbang sekolah ialah tempat pertama asih , melihat seorang pangeran . Gadis belia yang dulu belum mengenal cinta ini , jadi mulai belajar tentang cinta , saat setelah ia berjumpa seorang laki - laki yang menarik perhatian dan hatinya itu . Akankah cinta pertama asih itu akan tumbuh dan di rajut bersama seorang lelaki itu ? Namun tidak, rasa pahit harus asih terima di kalah ia mengetahui lelaki itu sudah memiliki seorang kekasih . Hati gadis yang baru menginjak usia 16 tahun itu rapuh sudah , ia kerap meneteskan air mata ke pipi lembutnya , hingga ia sadar yang namanya cinta itu tidak harus memiliki .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Sunyi
  • Valentineku Tanggal Lima Belas
  • Seperti Dulu
  • My Bricks
  • Masa Remaja
  • ORBiT
  • CURSORY [COMPLETED]
  • The PRINCESS diaries 🎀 ( on going )
  • [1] Closer ✔️

Arunika, gadis ceria yang selalu tampak kuat di hadapan teman-temannya, menyimpan luka yang tak terlihat. Di rumah, ia merasa asing dengan kedua orang tuanya-seolah menjadi tamu di tempat yang seharusnya ia sebut rumah. Kakak yang paling ia sayangi telah pergi meninggalkannya, membuat rumah terasa semakin sepi. Satu-satunya tempatnya bersandar adalah sang oma, wanita yang selalu menghangatkan hatinya dengan kasih sayang tanpa syarat. Namun, takdir kembali menguji Arunika. Evan, sosok yang ia percaya akan selalu ada, justru membuatnya kecewa. Dan ketika dunia terasa semakin berat, oma yang paling ia miliki pun pergi meninggalkannya selamanya. Di sekolah, Arunika masih mencoba tersenyum, seolah tak ada yang terjadi. Ia berusaha tetap tegar, meski hatinya perlahan terkikis oleh kehilangan demi kehilangan. Namun, di balik senyum yang ia tunjukkan, ada satu tempat di mana ia bisa benar-benar menjadi dirinya sendiri-danau yang tenang, tempat pelariannya dari dunia yang terus melukainya. Di tepi danau itulah, Arunika merangkai ulang kepingan hatinya yang hancur. Tapi, sampai kapan ia bisa bertahan? Akankah Arunika mampu melewati semuanya dan menemukan kembali cahaya di hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines