Stairway to heaven

Stairway to heaven

  • WpView
    Membaca 16
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 20, 2021
Kisah ini menceritakan tentang Jung Suh dan Song joo yang tumbuh bersama. Mereka selalu mendukung satu sama lain. Tragedi mulai terjadi ketika Song Joo memilih belajar ke luar negeri tanpa Jung Suh. Ayah Jung Suh menikahi Tae Mira, dan Tae Mira membawa kedua anaknya dari pernikahan sebelumnya, Tae Hwa dan Yuri. Yuri yang iri pada Jung Suh bertekad untuk mengambil semua milik Jung Suh, termasuk Song Joo. Sementara Tae Hwa mulai memiliki perasaan terhadap Jung Suh. Namun adik tirinya itu tetap mencintai Song Joo. Lima tahun kemudian, Jung Suh mengalami kecelakaan mobil yang membuatnya hilang ingatan. Bersama Tae Hwa, ia memulai awal yang baru. Sementara itu, Song Joo tergiring opini bahwa Jung Suh sudah meninggal. Namun suatu hari, keduanya bertemu lagi. Disitulah Song Joo bertekad untuk mengingatkan Jung Suh tentang perasaan mereka masing-masing sampai Jung Suh divonis menderita kanker mata.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ku Ingin Kau Kembali
  • Langit Kelabu Milik Ara
  • My Boyfriend Is A Ghost
  • Patah di titik terendah
  • Obsession
  • Suamiku Orang yang Menodaiku di Masa Lalu
  • The Bleeding Lady [completed]
  • Rumah Tanpa Ibu-Ayah Juno dan Ketiga Anaknya
  • Embrace again, Arnan
  • Aromantis 2

"Rerin batal gugat cerai, kamu? Karena berhasil kamu tipu?" "Iya. Keluarga aku pintar. Rerin dan keluarganya bodoh, makanya berhasil aku ngelabui dan tipu." "Kejam, kamu!" "Dari pada aku kehilangannya! Keinginan mama ku penuhi, Rerin akan tetap ada dalam hidupku! Ya, lebih baik ku poligami, Ric. Walau yang Rerin tahu, pernikahanku dan Lia hanya pura-pura, padahal... ya.. kamu tau segalanya, Eric." Rerin yang berdiri dengan kue tar di tangannya di samping pintu rumah Eric yang terbuka lebar, bagai tersambar petir mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut suaminya dan sahabat suaminya. Tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepal gemetar hebat. Dan detik ini, kepala Rerin terlihat menggeleng kuat dengan tatapan nanarnya. Tidak ada air mata, karena Rerin berhasil menahannya. Rerin yang... "Saat ini, aku sudah tau kebusukanmu, Sander! Ku janji, di hari ulang tahunmu besok pagi, surat cerai sudah ada di atas meja kerjamu! Ya! aku membuangmu, Sander!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan