Kamar Kosong Bernama Aku

Kamar Kosong Bernama Aku

  • WpView
    Reads 28,035
  • WpVote
    Votes 97
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 2, 2025
Kirana tidak pernah benar-benar menjadi bagian dari dunia ini. Ia lahir bukan di tengah cahaya hangat, tapi di celah-celah gelap yang luput dari pelukan siapa pun. Hidupnya sunyi, seperti bayangan yang lupa menjadi tubuh, berpindah dari satu senyap ke senyap lain, tanpa pernah diminta untuk tinggal. Bagi orang lain, rumah mungkin berarti tempat berpulang. Bagi Kirana, rumah hanyalah kata yang terlalu sering dijadikan puisi dan terlalu jarang menjadi nyata. Ia bukan bagian dari mereka yang ditunggu di ambang pintu, yang dicari dalam hujan, atau disimpan dalam doa. Dan cinta? Kata itu terdengar seperti kemewahan yang hanya diberikan pada mereka yang dilahirkan dengan sinar, sementara ia, sejak awal, hanyalah bayang-bayang yang dikurung dalam tubuh. Ia bukan salah satunya. Dan ia sudah lama berhenti berharap menjadi begitu. Dunia di sekelilingnya terlalu gaduh, terlalu sibuk mencintai apa yang terang dan menyilaukan, hingga tak pernah menyadari adanya jiwa yang berbisik lirih di sudut-sudut paling sepi. Maka Kirana memilih diam bukan karena tak mampu bersuara, melainkan karena dunia tak pernah benar-benar mendengarkan. Namun di balik diamnya, tersembunyi dunia lain, penuh tanya yang tak dijawab, luka yang tak sempat sembuh, dan kemarahan yang perlahan menjelma jadi kekuatan. Kirana mulai meragukan arti menjadi manusia jika keberadaannya selalu dianggap salah. Dan ia pun bertanya, adakah tempat di dunia ini untuk yang tak pernah diinginkan? Ini bukan kisah tentang penyembuhan. Tak ada pelukan yang menghapus segalanya. Tak ada cahaya yang tiba-tiba menyapa dari jendela. Ini adalah kisah tentang bertahan, tentang belajar merakit diri dari serpihan-serpihan yang ditinggalkan orang lain. Tentang menjadikan tubuh sendiri sebagai tempat pulang, meski penuh retakan, dingin, dan tak selalu utuh. Dan Kirana tahu, bahwa di dunia yang menolak sejak awal, bertahan hidup bukan soal menjadi kuat... tapi soal menjadi cukup gelap hingga tak ada yang bisa lagi melukai.
All Rights Reserved
#226
selfhealing
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines