We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PHILOCALIST

PHILOCALIST

  • WpView
    Reads 173
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 9, 2024
WpInfo
Fanfic
RWBY
-Siena Mawardi. °°° Sepertinya, Tuhan membenci ku. Maksudku, aku memang bukan hamba yang taat dan sering berdoa. Tapi sebelumnya, hidupku sudah cukup nelangsa dan mengenaskan. Aku budak korporat yang harus membiayai kebutuhan orang tua dan sekolah adik-adik ku. Mau bagaimana lagi, sudah derita anak tertua. Tapi aku tidak sekalipun mengeluh pada Tuhan saat Ibu menyuruhku untuk jadi tulang punggung keluarga padahal punggungku sendiri sering encok dan pegal-pegal. Setidaknya, pikirku, ini adalah balas budiku pada mereka. Aku juga tidak mengeluh pada Tuhan saat mendapatkan teman-teman laknat dan pekerjaan yang membuatku hampir gila dan sekarat. Bukan pekerjaannya yang berat, tapi bos ku yang kayak bangsat. Tapi aku tidak mengeluh tuh, itu poinnya. Lalu kenapa Tuhan begitu dendam padaku yang anak baik-baik ini, sampai membuatku terbangun ditubuh gadis belia yang sebentar lagi akan mati?! Apa tidak cukup miris dan sial nya hidupku ini?! Kalau kata wali band, "Apa salahku? Apa salah ibuku? Hidupku dirundung pilu." Kalau kataku, "Sialan! Masa aku dikasih kesempatan hidup kembali, buat berakhir mati lagi?" °°° * Minat baca, yuk mampir. Kita tertawakan ujian hidup Siena bareng-bareng 😂
All Rights Reserved
#686
putramahkota
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • My Precious Husband
  • EIRENĘ
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • ARKAN |END| Belum Revisi
  • New Possessive Family
  • Aku Terlahir Kembali (End)

First historical-fantasy Romance by Me! *** "Kenapa kau tampak begitu tenang, heh?" desisnya tepat di wajah Sang Ratu. "Kau bahkan memberikan obat subur untuk kami. Apa kau tidak takut posisimu akan tergulir jika aku memiliki anak dari selir lain?" napas Ghaozen bahkan terasa begitu tergesa di wajah cantik dan lembut milik Yueyin. Yueyin justru tersenyum tulus, "Saya yakin, tak lama lagi tempat saya akan berganti. Lalu, apa yang harus saya takutkan?" Ya benar, apa yang harus ditakutkannya? Karena sejak kecil Yueyin di didik tidak untuk menjadi orang yang serakah. Tidak untuk menjadi orang yang naif dan munafik. Ia bahkan sebisa mungkin hidup jauh dari jangkauan istana, namun sialnya pekerjaan sang ayah membuatnya terjebak dengan Raja saat ini. Raja yang dikenal berhati iblis! Istana adalah tempat yang mengerikan! Jauhi sebisa mungkin, Yueyin. Itu adalah pesan terakhir sang ibu padanya sebelum ibunya bunuh diri akibat perceraian dan fitnah kejam dari istana oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab. "Kau lancang, Ratu!" Ghaozen semakin mendekatkan wajahnya dengan wajah Yueyin. Menatap bibir merah muda Yueyin yang tampak menggoda begitu membangkitkan hasratnya sebagai lelaki jantan. Namun, ketika kedua bibir itu nyaris menyatu, Yueyin lebih dulu memalingkan wajahnya. Membuat Ghaozen tersenyum sinis dan berbisik pelan, "Rumor itu beredar salah. Bukan aku yang tidak pernah mengunjungimu, Yueyin. Tapi, kau yang selalu menolak kehadiranku!" gumamnya sebelum keluar dari kediaman Yueyin dengan langkah lebar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines