Ini Tulisanku, Tentang Dia

Ini Tulisanku, Tentang Dia

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 6, 2024
Kau tau? Aku adalah seorang gadis yang tak menginginkan hadirnya cinta. Namun ia membuatku merasakan apa itu cinta. Juga betapa sakitnya cinta. Ya. Cinta itu manis Namun cinta itu ibaratkan permen karet. Setelah habis manisnya, akan terasa hambar Yang jika terus dikunyah, akan memberi rasa pahit. Aku hanyalah seorang pengecut. Yang takut untuk percaya pada realita. Yang takut untuk membuka hati pada dunia. Lalu ia datang, mengetuk pintu hatiku berkali-kali. Tepat saat pintu itu hendak kubuka. Ia sudah terlalu lelah untuk berkunjung Apalagi menetap. Sehingga ia berbalik dan pergi. Terima kasih cinta Sudah pernah ada Namun kuharap jangan kembali lagi (Tulisan iseng, mari kita nikmati bersama 。⁠◕⁠‿⁠◕⁠。)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamu [SELESAI]✔
  • Full Of Scratches
  • Love In Paris (COMPLETED)
  • FRIENDzone (Completed)
  • SalFlo
  • ASRAR|
  • Cerita Tentang Kita
  • Sekali Lagi (End)
  • Fly With Miss (End)
  • ANGAN

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Sepucuk kertas yang kutulis dengan torehan tinta sederhana mampu merubah kenyataan hidupku. Aku selalu dan akan selalu percaya akan takdir yang Allah gariskan untukku. Kuharap, esok nanti dirimu masih sama seperti hari ini. Aku tahu, dan aku menyadari siapa diriku ini. Hanya gadis sederhana yang mencintai seorang lelaki berparas rupawan. Sungguh, karena Allah-lah aku mencintainya. Lucu mungkin? Orang sepertiku mencintai sosok hampir sempurna sepertinya. Hingga berjalannya waktu yang tak terasa. Seperti hembusan nafas yang tidak kalian sadari, aku mulai dekat. Selalu nyaman, dan selalu ingin membuatnya bahagia. Namun, sebuah kenyataan pahit mengantarkanku hampir ke titik terendah dalam hidupku. Takdir yang kupercayai membuat diriku hidup seolah-olah tak ada kebahagiaan lagi setelah itu. Tapi, perasaan ini masih tersimpan jelas meskipun kamu membenciku. Kamu? Ya, Kamu. Kalau penasaran yuk baca aja gratis kok tanpa dipungut biaya hehe;')

More details
WpActionLinkContent Guidelines