Nostalgia

Nostalgia

  • WpView
    Reads 134
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 17, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah kisah tentang melawan arah waktu selalu menjadi hal yang diperdebatkan banyak orang, ada yang menyukainya, kebanyakan membencinya, padahal masa itu sudah terjadi dan tidak akan bisa terulangi. Kehadiran manusia di muka bumi hanya untuk menambah beban masalah, merusak masa depan. Kehilangan keluarga, cinta, kebahagiaan sedari kecil menyadarkan bahwa hidup adalah tentang kepedihan. Tapi langkah demi langkah kecil dapat membuat perubahan, dengan prinsip dan tekad yang kuat, serta tidak terlalu memikirkan masa lalu adalah jalan terbaik. Terlarut dalam masa lalu adalah sikap pemikiran bodoh yang hadir dalam logika orang orang, semuanya berawal dengan kelahiran dan berakhir dengan kematian, dimanapun tempat dan keadaannya ini tentang perjalanan, perjalanan baru saja di mulai. Mulai melangkah apapun hasilnya jangan pernah menyesal, menyesal hanya membuat kemunduran dan membuat kemungkinan keadaan menjadi lebih buruk, tetap melangkah lanjutkan apa yang telah dimulai
All Rights Reserved
#121
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELESAI (Say Goodbye)
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • Bentangan Payung Biru
  • Brave Alone
  • Dunia pasca-Bencana
  • One Step Too Late
  • Alletarez
  • Evolusi Kegelapan

Izinkan aku mengungkap sesuatu hal yang menurutku penting, izinkan aku mengungkapnya untuk yang terakhir kali. Rasanya berat jikalau harus melupakan orang yang dulu selalu bersama kita, setelah semua yang kita lewati bersama, tapi apa boleh jika takdir tidak berpihak sama kita. Aku terlalu berlebihan mempunyai rasa yang lebih dari teman tapi kamu harus tau semua perhatian yang kamu beri itu menumbuhkan rasa yang lebih dari pada seorang teman, dan harapan aku sangat besar tentang perasaan kamu. Untuk yang terakhir kali dan semoga ini yang terakhir dan tidak ada lagi sosok aku dihidup kamu, maafkan aku telah menyukaimu lebih dari seorang teman, kenal kamu itu adalah sebuah anugrah disaat aku sudah tidak mau mengenal cinta lagi tapi kamu datang sebagai teman yang memberikan harapan lebih ke padaku. Rasanya campur aduk antara berterimakasih karena kamu datang atau maaf karena aku berlebihan, dengan melihat kamu yang sekarang bahagia diluar sana aku ikut senang. Jikalau suatu saat nanti kamu sudah bertemu dengan yang lebih sempurna taruhlah aku dibagian kecil ingatanmu, jadikan aku sebagai sejarah yang sering kamu pelajari setiap harinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines