Dari Laksamana untuk Jihan.

Dari Laksamana untuk Jihan.

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 26, 2022
WpInfo
Fanfic
NCT
"Nana, aku beruntung mendapatkan kamu sebagai seorang pendamping. Dari sekian banyak lelaki di dunia, kamu satu-satunya orang yang berhasil membuatku benar-benar jatuh cinta. kamu tak hanya mengajarkan perihal rasa semata. Komitmen, rasa percaya, jujur dan setia, itu yang kamu lakukan selama ini. Kamu tidak akan berjanji sebelum menempati. Itu yang aku suka darimu. Bukan. Bukan hanya itu, aku menyukai segala tentang Laksamana Jagat Raya." "Jihan, jangan terlalu percaya pada rasa bernama cinta. Kamu boleh jatuh cinta denganku, namun sekedarnya saja. Bukan aku melarang, aku hanya mengingatkan. Agar kamu tak terlalu terpuruk ketika Tuhan tidak menakdirkan kita di garis takdir yang sama. Cukup aku saja yang memainkan panggung sedemikian rupa. Agar hanya aku juga yang tahu sakitnya gagal ketika pentas. Kamu cukup duduk sebagai seorang penonton, yang diam-diam memberi semangat dan dukungan di belakang."
All Rights Reserved
#63
familygoals
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • ABOUT LIFE
  • SOLITUDES
  • Empty | 00L NCT Dream
  • REGATHAN [END]
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • YEON ^26^
  • DEAR LOVE
  • DISA | broken
  • Bersamamu
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines