20 Years After pandemic

20 Years After pandemic

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
Cerita ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Cerita ini hanya fiksi belaka. Jika ada kesamaan kejadian atau hal lainnya itu hanya kebetulan semata. Dunia berubah 360° ketika virus yang tiba-tiba muncul tidak hilang sama sekali. Dan Vaksin sama sekali tidak pernah di temukan selama 20 tahun
All Rights Reserved
#229
menegangkan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Virus Z
  • Unexpected Meeting: Second Leaf (On Going) HIATUS
  • No Time To Die
  • Forgotten Memories : The Phase Zero
  • I'm With You
  • Penantian Gadis Buruk Rupa
  • FROM SCHOOL TO CITY (END)
  • RED CITY : ISOLATION
  • INSECT : Serenesia To Tranquilvale [REVISI]
  • Unexpected Meeting: Farewell (Book 1)

Mereka berlarian. Dengan baju yang berlumuran darah sudah terkoyak-koyak, celana robek yang tidak beraturan, kaki yang entah beralas atau tidak, mereka terus berlarian dengan teriakan yang keluar dari mulut mereka. Momen itu.. adalah momen yang paling mengerikan di daftar kehidupanku. Momen yang tidak bisa kuhapus dari memori yang terdata di dalam otakku. Anak-anak kecil menangis mencari orang tua mereka yang entah berantah dimana, para laki-laki sibuk mencari alat untuk menjadi tameng pelindung mereka, para perempuan hanya bisa berteriak ketakutan dan pasrah. Aku hanya terdiam melihat mereka yang kalang kabut tak karuan. Erangan dan desahan keluar dari mulut mereka yang berlumuran darah. Suara-suara itu mulai terdengar banyak saat aku melihat ke arah gerbang asramaku. Gerbang yang selalu melindungiku dari tangan-tangan masyarakat yang kotor, sekarang dipanjati oleh orang-orang yang terjangkiti virus. Virus yang sangat langka tapi sangat dibenci oleh para manusia di muka bumi ini. Jika kau terjangkiti oleh virus ini, kau akan menyesal seumur hidup . Keluarga, saudara, bahkan orang-orang yang menyayangimu akan menangis melihatmu berlarian dengan mulut yang berlumuran darah. Jadi, aku hanya bisa menyarankan untukmu dan orang-orang yang membaca kisahku untuk lebih berhati-hati dalam keadaan apapun. Maupun itu hanya membeli permen. Karena kita tidak tahu kandungan apa yang terdapat di dalam permen itu. Entah glukosa, gula, laktat, dan apa saja yang terkandung di dalam itu. Bahkan, virus. Bisa jadi, permen lollipop yang saat ini sedang kau jilat mengandung virus yang sangat kau benci ini. Kumohon! Bacalah kisahku ini! Agar orang-orang yang kau sayangi tidak mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan... Kumohon....

More details
WpActionLinkContent Guidelines