I'm KARINA (ON GOING)

I'm KARINA (ON GOING)

  • WpView
    LETTURE 323
  • WpVote
    Voti 23
  • WpPart
    Parti 3
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione sab, nov 13, 2021
Ada jarak membentang antara aku dan dia, jarak yang ku buat untuk menghargai perasaannya. Aku bodoh dan selalu berada di bawahnya. Orang-orang menganggap keberadaanku hanya karena berteman dekat dengannya. Kata mereka, aku beruntung bisa berteman dekat dengan wanita sepintar dan secantik Ayuna Larasati. Mereka tidak tahu saja, seberat apa beban kata itu bagiku. Aku merasa dijadikan bayangannya, Mati-matian aku berdiri meyakinkan diriku, bahwa aku berbeda dengan Ayuna, aku adalah aku, Brigitta Karina, wanita bodoh yang selalu berakhir terdampar bersama Ayuna Larasati. Membuat kepercayaan diriku berada di titik terendah, hingga memacu diriku untuk berada di atas Ayuna, namun sekuat apapun diriku mencoba nyatanya hal itupun tak bisa aku lakukan. Dan pilihan terakhir yang ku punya adalah hanya dengan menjauhi pilihan Ayuna, apa yang dia suka..
Tutti i diritti riservati
#948
sadending
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • F.R.I.E.N.D.S ; The reason of parting (END)
  • Friend Zone ! [END]
  • The Game
  • HE'S JUST MY ENEMY - YULICE
  • Ragashka [END]
  • KARMA (Tamat)
  • Rahasia Hati Karina
  • Step Brother [#1 FHS]
  • My Partner in Everything

"Aku sangat mencintainya. Setiap malam aku selalu memikirkannya. Tapi apa dayaku? Di matanya aku hanyalah sahabat yang mungkin sudah dianggap seperti saudara sendiri. Kerap kali aku cemburu ketika dia bersama dengan wanita lain. Namun dia selalu tidak menganggap kegusaran hatiku. Membiarkan aku tenggelam dalam kepedihan, sendirian." "Dia cantik, sejak awal aku memandangnya telah ada rasa yang tak biasa. Matanya selalu mengundang getaran yang mendesirkan darah, mendebarkan jantung, hingga jari-jari bergetar hebat. Tapi rasa hanya sekadar rasa. Aku tak mampu untuk mengungkapkannya. Kedekatan kami tidak seromantis itu. Ada tembok besar berkedok persahabatan yang menghalangi hatiku untuk berbisik ke telinganya. Mungkin hingga kini dia pun hanya menganggapku tak lebih dari sekadar sahabatnya." "Biarlah aku diam, meski sebenarnya sangat ingin mengutarakan. Acapkali, menjadi pembohong itu perlu. Karena memang tidak semua kejujuran itu baik adanya. Mungkin selamanya hanya aku yang tahu tentang perasaan ini. Sudah tekadku. Demi kamu, demi dia. Demi kita."

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti