My Second Life [ON GOING]

My Second Life [ON GOING]

  • WpView
    Reads 112
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
Bagaimana bisa!?!? jiwa bahkan memang diriku saja itu perempuan tapi apa-apaan ini!? Setelah aku mati lalu aku bangun sebagai laki-laki!! Oke bahkan dinyatakan Amnesia Anterograde , gila!! jelas akan disebut amnesia aku sendiri saja bukan pemilik tubuh asli ini. Tunggu apa lagi ini, kamar seorang laki-laki kenapa dominan warna soft dan pink seperti ini, tidak bahkan boneka ataupun baju yang dimiliki oleh Liam, sial!! Ooh Sh*t diboneka yang kumiliki memiliki beberapa memory card , what the hell is wrong With me!? !!WARNING!! Cerita Mengandung "GAY Story" , Atau Normal Sexualitas Lebih Tertuju Kearah Gay. Dear All HOMOPHOBIA Right Now You Could Get Out To Other Novel ,,NOW!!
All Rights Reserved
#199
guy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt To Love You
  • GANGSTER (B X B) END✓
  • ANUSASANA
  • A G A I N - [BxB||SELESAI]✔
  • THE WONDER OF MISTLETOE
  • SALAH TARGET (BXB) TERBIT
  • REGATHAN [END]
  • Kejar-Mengejar [SEGERA TERBIT]
  • Eksistensi (BL) (END)

Mpreg Gay story Homophobic ? Gak usah baca ! Highest rank #122 in romance •-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-•-• "Bagaimana kalau terjadi apa-apa denganku ? Apa kau masih mau denganku ?" Ucapku dengan pelan. Aku berusaha menatap tepat dimatanya. "Tentu saja aku akan menerimamu." Aku tersenyum mendengar jawabannya. Semoga ucapannya benar. "Ba-bagaimana jika aku hamil ?" Ucapku gugup sambil kuelus perutku yang masih rata. "Hamil ? Hahaha kau seorang pria." Apa di tak percaya padaku ? "Aku serius. A-aku hamil." Kuserahkan sebuah map padanya. Itu adalah sebuah bukti yang sangat kuat. "Kau gila ! Aneh ! Tidak mungkin kau... argh ! Bagaimana bisa ?!" Dia membanting map yang kuserahkan padanya. Dia pergi. Meninggalkanku dengan hati yang cukup sakit. Ternyata benar. Ucapannya barusan salah. Dia tidak menerimaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines