Kebacut Tresna

Kebacut Tresna

  • WpView
    Leituras 70
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, abr 26, 2021
WpInfo
Ficção
Histórico
"Dan ternyata, cinta jauh lebih dalam dari pada waktu." -Raden Banyu. "Lalu bisakah kita melawan waktu?" -Putri Agung Tiffany. Kisah Sang Raja dan Sang Pengelana waktu. Bertemu di suatu keajaiban membentuk titik temu. Namun, pulang adalah jawaban utuh. Bisakah mereka melawan takdir dan waktu?
Todos os Direitos Reservados
#897
nusantara
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • Jejak Waktu yang Terlupa
  • The Time When We Fell In Love
  • 𝐏𝐀𝐑𝐀𝐋𝐄𝐋 𝐇𝐄𝐀𝐑𝐓𝐒𝐓𝐑𝐈𝐍𝐆𝐒
  • BACK TO 2019
  • Cinta Bertakhta [TAMAT]
  • Aku, Kamu, dan Waktu. [END]
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • MESIN WAKTU

Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo