After Met You

After Met You

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 19, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Berbeda dengan kisah cinta di luaran sana.. Cerita ini bukan tentang kakak OSIS, bukan juga adik kelas, murid pindahan, atau semacamnya. Ini kisah tentang Alfredo si pria "madesu" yang tidak pernah peduli dengan urusan sekolah. Bahkan ia sengaja membuat onar separah mungkin dan berharap di skors dari sekolah. Tidak ada satupun cewek yang tertarik dengan dirinya, bahkan cewek-cewek di sekolahnya ilfeel dengan kelakuan Alfredo yang seperti preman. Bisa dibilang, hidup Alfredo hanya untuk motor dan game. Siapa yang sangka tiba-tiba saja ia bertemu seorang wanita yang kepribadiannya nyaris mirip dengan dirinya. Yaa 11 12 deh. Keduanya sangat cocok apabila digabung, tidak ada bedanya. Kira kira gimana ya kisah kelanjutannya? Yuk mampir dulu~ Enjoy! Kalau kalian suka, jangan lupa vote ya😎
All Rights Reserved
#36
preman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines