polaroid bulan

polaroid bulan

  • WpView
    Leituras 94
  • WpVote
    Votos 30
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, abr 24, 2021
"kalau mau nya ga berantem sama ayah, jangan sama kala." "ayah yang gapaham kita" "ayo sadar, mamaku sama ayahmu punya ego yang besar" "bukannya mama kamu dukung kita" "sebelum dia tau siapa ayahmu.." kala yang awalnya hanya sebatas mengagumi lelaki yang menurutnya jenius itu, tak sangka lelaki itu memiliki ribuan hal yang tak di sangka oleh kala. Kini, nyatanya mereka di satukan oleh takdir. Tapi tak semudah itu untuk Bersama. Bahkan setelah Bersama pun belum tentu tak ada masalahkan?. Itu yang mereka rasakan, bukan kala versus jendra, tetapi kala dan jendra versus masalah. Mengalah untuk mundur dan pasang badan untuk maju hal yang susah, bagai mana mengaturnya?. Apalagi long distance relationship, rasanya ingin tenggelam setiap di depan ada jembatan api yang baru.
Todos os Direitos Reservados
#515
leejeno
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Never Be The Same
  • [✓] Really With You??!!
  • INTERDIT
  • ABISATYA | END
  • LENATHAN (hiatus)
  • [1] You're Life With NCT ✔
  • Senja dan Jingga
  • Semesta (offGun)

Aku dan kau, kita adalah dua bintang di galaksi yang sama, namun berada pada orbit yang tak pernah berpotongan. Kita bersinar di langit yang sama, berbagi malam yang sama, tetapi tak pernah bisa saling menyentuh. Alasya dan Rey, dua jiwa yang tersesat di antara perasaan dan takdir yang tak bisa mereka kendalikan. Setiap detik di antara mereka adalah ketidakpastian, seakan senja selalu berhenti pada titik di mana mereka bisa bertemu, tetapi tak bisa bersatu. Bagi Alasya, cinta adalah perasaan yang hadir tanpa diminta, namun selalu berakhir dengan pengorbanan. Sedangkan bagi Rey, cinta adalah mimpi yang ingin ia genggam, tetapi selalu lepas seperti pasir di sela jemari. Suatu hari, Rey berbisik, "Aku mencintaimu." Tapi apakah kata itu cukup? Apakah satu kata mampu menghapus segala jarak di antara mereka? Mampukah kata itu mengubah takdir mereka? Alasya dan Rey harus memilih: bertahan dalam keheningan yang aman atau melawan takdir, meski tak ada jaminan akan bahagia. Akankah mereka berani mengubah garis hidup yang telah dituliskan, atau justru membiarkan perasaan mereka menjadi kenangan senja yang tak sempurna?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo