Story cover for oleander by grannysmissile
oleander
  • WpView
    OKUNANLAR 43
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 5
  • WpView
    OKUNANLAR 43
  • WpVote
    Oylar 1
  • WpPart
    Bölümler 5
Devam ediyor, İlk yayınlanma Nis 17, 2021
-FINISHED-
(*TW* TERTERA DI TAGS)

Sekuncum bunga tumbuh bagai harapan dengan auranya yang mengusir belenggu langit. Cahaya bulan keluar dari sarang dan menyerap suramnya tanah tandas. Setidaknya, itulah semacam metafora yang terjadi di hati Sahlar.  Hangat. Tetapi apakah cahaya bulan seharusnya terasa hangat?

	Bulir kristal air seketika turun dari retina nya tanpa izin sang pemilik. Aliran air mata itu bagaikan kunci yang membuka senyum Sahlar. Membiarkan semua air mata itu mengalir, ia mendekatkan kotak musik ke dekapan dadanya dan memeluk benda itu dengan erat. Tidak boleh lepas. 

	Sahlar menolehkan pandangannya kepada dua insan disampingnya, "Ibu, Ayah... terimakasih untuk ini, dan... terimakasih telah pulang."
Tüm hakları saklıdır
Eklemek için kaydolun oleander kütüphanenize ekleyin ve güncellemeleri alın
veya
#9poetic
İçerik Rehberi
Ayrıca sevebilecekleriniz
Auzizahira tarafından yazılmış Langkah (By Auzizahirah) adlı hikaye
39 bölüm Tamamlanmış Hikaye
"Aku kehilangan semuanya dalam satu malam, tanpa memberikanku sedikit waktu untuk berpamitan." Ayesha, gadis yang baru saja tersadar dari koma setelah dua tahun terbaring bak putri dalam dongeng di brangkar rumah sakit. Belum usai dengan luka ditinggal cinta pertamanya, Ayesha kehilangan sang bunda yang selalu menjadi rumah, saat tersadar dari mimpinya ia juga harus menerima kenyataan bahwa sang kakak yang selalu menjadi perisainya juga pergi untuk selama lamanya. "Pada dasarnya malam itu gelap tanpa kehadiran rembulan. Dan hidupku seperti langit saat ini yang kehilangan rembulan. Aku akan Kembali mencari rembulanku." ~Ayesha Kynaaz Syahida Adiputra~ "Kamu tau? Rembulan tidak bisa bersinar tanpa matahari. Sejauh apapun kamu mencari bulan tetap tidak dapat ditemukan, karna bulan itu adalah kamu. Yang membutuhkan cahaya mentari untuk kembali bersinar menerangi langit malam." ~Muhammad Ilham Al-Kahfi~ "Rembulan tidak pernah hilang dari langit. dia hanya bersembunyi di tengah gelapnya malam." Tanpa gadis itu sadari, bahwa takdir menuntunnya pada sebuah misteri yang selama ini keluarganya sembunyikan darinya. Misteri dibalik kepemilikan mata biru yang melekat padanya. Bukan tanpa alasan, tapi demi mencari aman. __________________ Bismillahirahmanirrahim... Ini cerita karangan saya dan hasil pemikiran sendiri. Kalau ada kesamaan Tokoh atau alur, mohon dimaafkan. Sekedar melanjutkan hobi yang sempat tertunda, hehe selamat membaca, terimakasih...
AYA_MNK tarafından yazılmış Pertemanan di balik Kutukan [On Going] adlı hikaye
28 bölüm Devam ediyor
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Ayrıca sevebilecekleriniz
Slide 1 of 10
Sunyi cover
RAIN [END] cover
Ketika Bintang Kehilangan Cahayanya cover
Halaman Terakhir Untuk Gara [END] cover
Rain Drops ( On Going ) cover
Langkah (By Auzizahirah) cover
Bersama Cahaya Bintang (✔) cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover
AlfAbel [END] cover
Our Home Lost in This House cover

Sunyi

14 bölüm Tamamlanmış Hikaye

Tak ada yg jauh lebih baik dari keadaan seperti ini. Layaknya langit malam yg mencekam, aku ingin pulang, entah kemana saja. Sebab bagiku, temanku hanyalah kegelapan. Visit myblog https://thedarknesslife.wordpress.com like&follow thx