oleander
  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 17, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
-FINISHED- (*TW* TERTERA DI TAGS) Sekuncum bunga tumbuh bagai harapan dengan auranya yang mengusir belenggu langit. Cahaya bulan keluar dari sarang dan menyerap suramnya tanah tandas. Setidaknya, itulah semacam metafora yang terjadi di hati Sahlar. Hangat. Tetapi apakah cahaya bulan seharusnya terasa hangat? Bulir kristal air seketika turun dari retina nya tanpa izin sang pemilik. Aliran air mata itu bagaikan kunci yang membuka senyum Sahlar. Membiarkan semua air mata itu mengalir, ia mendekatkan kotak musik ke dekapan dadanya dan memeluk benda itu dengan erat. Tidak boleh lepas. Sahlar menolehkan pandangannya kepada dua insan disampingnya, "Ibu, Ayah... terimakasih untuk ini, dan... terimakasih telah pulang."
All Rights Reserved
#100
luciddreaming
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bersama Cahaya Bintang (✔)
  • AlfAbel [END]
  • Langkah (By Auzizahirah)
  • RAIN [END]
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Javas Drexzer [END]
  • Rain Drops ( On Going )
  • CINTA UNTUK ALYA
  • Lily of the valley
  • Temporary |End|

Anggun masih ingat, bagaimana hari itu Rangga dan keluarga mengusir dirinya yang tengah berbadan dua. Di usianya yang baru lulus SMA, Anggun menghentikan mimpinya demi bayi yang dikandungnya. ••••• "Kak Angga aku hamil..." "Terus?!" Anggun terdiam mendengar jawaban kakaknya yang ketus. "Kamu tahu kan aku sudah punya tunangan! Please...ngerti dikit lahh!" "Terus aku harus gimana?" "Gugurin! Dan jangan sampai ayah, mama atau siapapun tahu soal hal ini!" Malam itu Anggun memilih jujur pada orang tua angkatnya kejadian yang sebenarnya. Sayangnya mereka tidak percaya dan malah mengusir Anggun karena percaya dengan semua ucapan Rangga. (Tentang ikhlas berkelas, sabar tak berbatas, pengorbanan dan penerimaan )

More details
WpActionLinkContent Guidelines