Just Let's Do It

Just Let's Do It

  • WpView
    Reads 32,519
  • WpVote
    Votes 3,761
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 7, 2023
Bersahabat dan masih sama-sama sendiri hingga usia nyaris menyentuh kepala tiga, membuat orang tua Gaven dan Adel gemas sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menjodohkan keduanya. Dikira akan saling menolak, keduanya justru melakukan tindakan yang tidak bisa diprediksi sama sekali. "Ma, bisa-bisanya gadis secantik aku mau dijodohin. Kayak nggak lak-sama siapa?" "Gaven." "Oke, aku mau!" --- "Bun, aku itu bujangan idaman ibu-ibu kompleks, masa iya mau dijodohin. Ya kalau ceweknya jelas, kalau enggak, males bang-" "Kalau sama Adel, mau?" "Oke, besok akad juga aku mau!" ... Cover by me.
All Rights Reserved
#32
adelaide
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nearby Relations
  • The First One
  • My Love Story
  • Alderick [ THE END ]
  • CINTA YANG NYATA
  • GASA [end]
  • RAFAEL- Rafael & Mikella [ END ] ✓
  • HE IS, MY ?
  • DARA || [young marriage]
  • ALEXON [END]

Nadine pikir hidupnya sudah cukup berantakan. Baru saja dikhianati orang yang paling dia perjuangkan - David. Pacar yang selama ini dia bela mati-matian di hadapan orang tuanya. Melawan larangan, berdebat tanpa henti, jadi anak paling keras kepala di rumah, semua itu berujung sia-sia. David justru berpaling diam-diam. Belum sempat membereskan lukanya, Nadine dihadapkan pada kejutan lain. Ibunya mengenalkan seseorang. Calon jodoh pilihan keluarga. Dan orang itu... Narendra. Tetangganya sendiri. Yang seumur-umur paling cuma di sapa waktu lebaran doang. --- Narendra datang dengan hidupnya sendiri. Baru pulang dari Jepang, fokus utamanya sederhana: kerja, bangun karier, hidup tenang. Tapi baru juga adaptasi di Jakarta, ibunya sudah datang dengan misi lain: menikah. Dan nama calonnya... Nadine. Anak bawel yang dulu cuma lewat-lewat di depan rumahnya doang. Narendra bisa saja menolak. Tapi bukannya langsung menentang keluarga, dia justru menawarkan sesuatu pada Nadine. Sebuah kesepakatan. Rencananya sederhana: Jalanin aja dulu, kalau memang tidak cocok, keduanya bisa mundur tanpa beban. Dengan alasan yang logis - sudah mencoba, tapi tidak berhasil. Terdengar mudah. Sampai keduanya mulai menyadari... justru bagian paling sulit dari semuanya adalah menahan hati agar tidak benar-benar jatuh. Karena ternyata, perasaan nggak pernah sesederhana itu. "Katanya cuma kesepakatan. Kok malah kayak pacaran beneran?" -------------------------------------------------------- ©Nmikasa2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines