Andre Irwansyah & Aziz Ibram?
Yah mereka adalah ke dua penyelamat ku dari julukan wanita brengsek.
Keduanya bertolak belakang 180° derajat, tapi memiliki suatu hal yang sama.
Perbedaanya cukup menarik.
Terlebih Andre, Andre adalah ketua gank sekolah yang dilantik para Alumni, bagi mereka andre adalah orang yang santai dan tidak anarkis. Tapi yang paling penting darinya, dia adalah sosok seorang yang serada pikun, tiap kali berkata ia berbeda sifat.
Berbeda dengan Aziz, seorang yang berkelakuan monoton, lugu sepertiku. Banyak kode yang tak terus terang, sehingga banyak virtualnya yang merasa bosan.
Keduanya sama sama tampan dari raut wajah, tinggi, berambut hitam ikal, dan fashionable. Hanya saja mereka tak mau bersatu, karena alasan berbeda aliran dari pola hidup.
Sedangkan aku? Aku adalah seorang wanita brengsek, lugu, miskin.
Yang dianggap pemakan temannya sendiri oleh temanya. Siapa lagi kalo bukan aku sendiri?
~Aurel Andini~
Arvino Reyhan Dirgantara - atau Ehan, dikenal sebagai cowok kalem, sedikit dingin, dan susah ditebak. Sementara Azalea Vianita Anjani - atau Aza, cewek ceria tapi gengsian, selalu punya jawaban sarkas untuk semua hal yang berbau romantis.
Mereka duduk di kelas yang sama. Satu sekolah. Satu lingkungan. Bahkan... satu gang rumah.
Hubungan mereka? Jauh dari kata akrab. Saling lempar pandangan malas tiap papasan. Saling sindir kalau disuruh kerja kelompok bareng. Dan saling tutup telinga soal gosip yang nyebar soal "cocok-cocokan" dari teman sekelas.
Tapi segalanya berubah saat hujan turun deras di suatu sore, dan satu payung mempertemukan mereka di bawah langit abu-abu. Sedikit demi sedikit, percakapan yang awalnya dingin mulai menghangat. Tatapan yang awalnya biasa, jadi terasa beda.
Masalahnya? Mereka terlalu gengsi untuk jujur soal perasaan masing-masing.
Di antara pagar rumah yang hanya dibatasi semak kecil, dua hati diam-diam tumbuh rasa - meski belum siap untuk mengakuinya.
---