Cerita Di Balik Putih Abu Abu

Cerita Di Balik Putih Abu Abu

  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 11, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Alnilam Mara Birowo, nama yang begitu indah karena sama dengan nama bintang biru besar di rasi Orion. Setidaknya itulah pendapat orang tuanya, tapi mereka lupa kalau bintang Alnilam hanyalah bintang kesekian puluh yang tercerah di langit malam. Hidupnya menyedihkan walaupun kata orang dia manusia paling beruntung. Dalam hidupnya seolah tidak ada hari esok, bayangan kematian telah mengakar di hidupnya. Gadis penyakitan yang tidak mau dikasihani, sembunyi dalam topeng keangkuhan. Sampai saat itu tiba, atas nama kesopanan, tata krama, dan etika. Ayahnya memindahkannya ke sekolah negri yang sangat jauh dari standar hidupnya selama ini. Alnilam pikir inilah saatnya dirinya menjadi bintang paling bersinar di langit malam, bukan ke tiga puluh, tapi yang pertama. Tanpa Nilam sadari bahwa bintang tidak hanya ada di langit malam, di siang haripun, bintang itu ada, hanya saja mereka tidak egois untuk saling menampakan diri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Auristela
  • Different Page [Complete]
  • RESONANCE | (JKT48 Gen 12)
  • Starlight
  • Tanya Hati
  • Obsessed With Female Dancers -Orine [Revisi]
  • Orange Spirit 2 : Konstelasi Orion ✔

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines