Help Me
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 19, 2021
Sepertinya dia marah atas perkataan ku saat aku mengusirnya. Padahal itu karena sikapnya yang overprotektif. "Aku benar-benar tidak bisa." Dia membesarkan matanya. Matanya tak lagi biru tapi memerah seperti saat ekspresi dia cemburu. Dikehidupan sebelumnya dia pasti mati karena terlalu cemburu dengan wanitanya. Itu jelas. "Maaf." bruukkk Tubuhku terhempas menabrak jendela. dia mendekat dan tidak memberiku ruang gerak. Tubuhku tertarik ke atas dan leherku seperti dicekik. Aku tahu dia yang melakukannya dengan kekuatan tanpa menyentuh. "Berikan tubuhmu. Aku akan memaafkanmu."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Full Of Scratches
  • DEVIL ON MY WINDOW
  • Trasmigrasi Queenzee
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Thanks for all
  • Unwanted Resurgence[males Lanjut]
  • KISAH TANPA ENDING ✓
  • Arsyilazka
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]

Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *

More details
WpActionLinkContent Guidelines