DIARY RATU

DIARY RATU

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 18, 2021
Ketika kehilangan sebuah pelindung kita, apa yang kalian lakukan? Melupakannya atau mendapatkan pengganti baru? Sama halnya apa yang dirasakan cewek bernama Ratu Apriliani Permata, gadis periang namun tidak dengan hatinya. Gadis yang terlihat hidup sempurna namun tidak pada kenyataannya. Ia hanya memiliki perisai. Perisainya adalah sangat berarti untuknya. Bagaikan bulan dan bintang yang selalu menyinari malamnya yang gelap. Namun, kini perisai itu pun hilang. Tak lagi ada untuk melindungi dirinya dari serangan jahat. Ada satu hal pula yang harus membuatnya terlepas dari semua ini, karena pada kenyataannya semakin ia genggam perisai tersebut maka luka itu akan semakin dalam dan pedih
All Rights Reserved
#100
sweetcouple
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nathalea
  • FRIENDzone (Completed)
  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • EVIDEN (Republish)
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Di Pertemukan
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Tentang Kita
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

More details
WpActionLinkContent Guidelines