We Need To Love

We Need To Love

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 23, 2021
Pria berambut jamur. Sudah 6 tahun lamanya, Ada hati yang terpaut pada nya. Berbagai tangis dan lara. Pahit luka dan tawa getir..ia mengetahuinya bahwa aku menyukainya dari 5 tahun silam Namun memperjuangkan wanita saat itu, sia sia. tapi saat semua terasa menyakitkan, ada tangan yg siap mengenggam membantu untuk bangkit. Ada raga yg hadir menemani hingga kesedihan itu tak tampak lagi dimatanya. ada cinta yang hadir tak terduga. ada kasih yg tulus tak pandang usia. "Aku mau sukses, tapi kalau kamu mau nunggu ya silahkan. Tapi kalau lu ga sanggup buat berjuang selama itu, silahkan pintu terbuka lebar untuk anda" -alex husain-
All Rights Reserved
#171
romancedrama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FATE'S CRUEL KINSHIP (SELESAI)✅
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • About LOL (Losing Out Love)
  • If we can together
  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Bukan Dia Hanya Aku
  • Narasi patah hati
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • warna di balik sragam abu-abu

"Cinta ini salah," suaranya bergetar, hampir tenggelam dalam gemuruh ombak kecil. Namun, cinta di matanya tak bisa dipadamkan. "Tapi aku tak bisa berhenti mencintaimu," jawab yang lain, dengan desahan putus asa, seperti seseorang yang sudah lama terjebak dalam dilema yang tak berujung. Mereka saling menatap, kedua hati yang dulu begitu yakin kini dipenuhi ketidakpastian. Rahasia yang mereka temukan terlalu berat untuk diterima. Setiap kenangan yang mereka ciptakan bersama kini terasa terkotori oleh satu kebenaran yang tak terhindarkan, mereka terhubung bukan hanya oleh cinta, tetapi juga oleh darah yang sama. Ibu yang selama ini mereka kira jauh dari kehidupan masing-masing, ternyata adalah satu orang yang sama. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?" bisik salah satu dari mereka, suaranya pecah, penuh dengan ketakutan yang tak bisa disembunyikan. Yang lain terdiam, menunduk, terlalu sakit untuk menjawab. Semua rencana, semua harapan, kini terasa sia-sia. Tak ada jalan keluar dari kenyataan ini. Cinta mereka, yang dulunya penuh harapan, kini berubah menjadi beban yang tak terelakkan. Namun, meski kenyataan itu begitu pahit, perasaan di antara mereka tetap ada, mendesak untuk diakui. Bagaimana mereka bisa terus mencintai ketika darah yang sama mengalir di nadi mereka? Malam itu adalah awal dari perpisahan yang tak terelakkan. Takdir telah memisahkan mereka sebelum mereka sempat benar-benar bersama. Dalam keheningan malam, cinta mereka terbungkus oleh bayangan kelam, menyisakan hanya jejak air mata dan hati yang hancur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines