Story cover for BADAI by gemapala
BADAI
  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 424
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Apr 19, 2021
Jalan Badai menjadi seorang aktivis lingkungan ternyata tidak mudah, karena lawan dia adalah KORPORASI yang memiliki kekuatan kapital, dan mereka para perusak lingkungan, dilindungi oleh aparat di negeri tempat badai menyuarakan perjuangannya.

Dia harus berhadapan dengan pembakaran ratusan hektar hutan, illegal loging, pembuangan limbah mercuri ke sungai yg menimbulkan pencemaran lingkungan. Dan musnahnya trumbu karang akibat penggunaan pukat harimau, bocornya kapal tengker yang membawa jutaan barel minyak, yang menjadi penyebab musnahnya biota laut. 

Kerusakan flora dan fauna juga menjadi bagian yang harus Badai dan teman-temannya hadapi. Jutaan kubik sampah dari limbah industri pabrik dan rumah tangga,  baik itu limbah cair dan padat, adalah masalah yang sangat krusial. 

 Apakah Badai akan menyerah ketika melihat orang yang disayanginya terbuhuh, sahabatnya diculik, dan ia kerap berhadapan dengan teror kematian?
Akankah idealisme pemuda itu meranggas ketika dihadapkan pada masalah demi masalah yang datang menghadangnya?

Green Earth adalah organisasi tempat Badai menyuarakan aspirasinya. Misi Green Earth adalah membuat dunia lebih hijau dan bebas polusi.
All Rights Reserved
Sign up to add BADAI to your library and receive updates
or
#328politik
Content Guidelines
You may also like
HADIAH TAHAJUD by ALFIAHHUDA
5 parts Complete Mature
Assalamu'alaikum Wr Wb Pembaca budiam, Aku bikin novel dengan mengupas habis keindahan Bumi Pacitan semoga ceritanya berkenan dan menginspirasi. Berkisah penyesalan putri semata wayang pemilik pesantren namun menolak sekolah dipesantren. Dengan melepas seluruh kebesaran orang tuanya. Menyamar jadi gadis kampung lugu dengan identitas ortu buruh tani yang mrantau cari kerja. Ya! Dia Genzi, tapi bertekat melibas platform "Gen Z is Gen full problematik" bermental tempe couse ternina bobukkan keserba mudahan akut yang diciptakan kaum Bommer itu. Gimana deru debu Gen Z yang menjalani riadhoh berat itu all out memanagemen peran gandanya. Satu sisi exis dibangku kuliah umum, namun kondisi lain menuntut nyantri tabarukan dipondok pesantren demi bakti pada lembaga yang dirintis orang tuannya. Gen Z yang tumbuh jadi gadis religius, smart, hamble dengan menyandang beberapa penghargaan akademik dan organisasi dengan sederet laki-laki pengagum pengharap cintanya? Sungguh membuat dosen Adi yang gelar MBA-nya diperoleh dari Texas Technologi Univerrsicity itu. dr Lumban calon sepecial saraf, apa lagi ustad Faiz yang digandrungi banat seantero Ma'had, semua hanya bisa menarik nafas panjang. Gadis itu bak stalaktit goa es, sangat indah, namun tak tersentuh. Karena diperhatikan, insting banat yang nyemak ngaji itu bangkit. Naluriah jika dia angkat wajah dan craaaat! Astaghfirullah! Pandangan mata mereka bersirobok. Bergesek se'saat. Pijaran kilat aneh yang sulit dijabarkan pun terjadi. Pemuda itu mengangguk, tersenyum sangat manis kepadanya. Beberapa detik banat itu baru tersadar, kepalanya buru-buru menunduk, hatinya beristighfar. Tangan kirinya menarik kerudung lebih menjuntai, agar bisa menyembunyikan wajahnya yang semburat merah, bak jambu air masak dipohon. "Elok timen banat satu ini, dilirik putra mahkota, idola banat seantero pesantren kok tidak respon?" batin Romo Kyai yang sudah 35 tahun berkutat mengembangkan Ma'had Kali Tambak Pacitan ini.
ALIF 2 : AGEN[IUS] by Sastra_Lara
32 parts Ongoing
Tak pernah terlintas dalam benak Alif akan kasus yang ia tangani puluhan tahun lalu, berubah menjadi sebuah boomerang dendam yang siap menghantam habis keluarganya. Hamzah Al-Ghazawan dan Hasbi Al-Gaishan, kedua putra Alif tidak tahu malapetaka yang menghampiri, ternyata berasal dari dendam yang seharusnya diterima orang tua mereka. Sampai suatu hari Hasbi, dokter muda yang bekerja di forensik ini mengalami kisah tragis dalam hidupnya. Sedih mendalam, terpuruk, dan takut dalam diri Hasbi menggerakkan sang Kakak untuk merubah apa yang dialaminya menjadi sebuh kasus yang harus diselidiki. Hamzah, mengikuti jejak ayahnya menjadi penyidik kepolisian. Dengan segala upaya ia lakukan untuk mencari dalang dibalik semua yang dialami adiknya. Bahkan membentuk sebuah agen bernama AGEN[IUS]. Namun, siapa sangka kesalahpahaman besar timbul ditengah-tengah mereka? "Mari hentikan penyelidikan sampai di sini, Hasbi." "Kenapa? Apa karena yang Abang cari sudah Abang temukan?" "Sejauh ini tidak ada barang bukti spesifik ditemukan dalam kasus Jenna. Tidak ada pelaku yang bisa dijadikan tersangka. Tidak ad -" "Bukan barang bukti, tapi kebenaran. Abang menemukan kebenaran yang aku pun baru tahu. Jika Jenna, sebenarnya cinta pada Abang, bukan?" ___________________________________________ "Menangislah, hatimu baru saja kehilangan. Istirahatlah, ragamu butuh untuk bersandar. Ikhlaslah, ragaku kembali pada Tuhan. Tenanglah, cinta yang kamu khawatirkan sesungguhnya sudah suci terikat dihadapan Tuhan. Pulanglah saat Tuhan sudah menjemputmu, jangan sendirian. Aku akan tetap setia disini menunggumu pulang." -- Amara Jennaira.
You may also like
Slide 1 of 9
GAIA : Last Hope cover
Dersik cover
Behind The Wall (Behind The Wall Trilogy #1) cover
[2] Kelahiran Kembali Wanita Bangsawan Malas - END cover
HADIAH TAHAJUD cover
Menanti Mentari cover
ALIF 2 : AGEN[IUS] cover
Horibble Woman (END) cover
OLIMPIA KODE cover

GAIA : Last Hope

22 parts Ongoing

Tahun 2099. Bumi sekarat. Langit bukan lagi biru, udara menghitam oleh polusi, dan lautan berubah jadi lumpur beracun. Umat manusia tidak lagi bertahan-mereka hanya menunda kepunahan. Di tengah reruntuhan dunia yang dikendalikan oleh rezim korup dan propaganda masif, satu harapan terakhir muncul: Project Gaia, sistem penyelamat lingkungan yang telah lama dikubur oleh pemerintah. Devano Magasky Darmawan, seorang jenius teknologi, memilih melawan. Dikhianati oleh masa lalu dan diburu oleh teman lamanya yang kini menjadi musuh, ia membentuk tim pemberontak dari beragam latar belakang: hacker, teknisi, sniper, mantan militer, ilmuwan, hingga informan bawah tanah. Bersama, mereka menyusun rencana paling mustahil-mengaktifkan Gaia dan menghidupkan kembali planet yang nyaris mati. Namun misi ini bukan sekadar soal mesin dan data. Ini adalah pertarungan moral dan identitas. Siapa yang layak dipercaya? Apa arti pengorbanan dalam dunia yang sudah rusak? Dan apakah dunia yang baru layak diperjuangkan, jika harus mengorbankan sisi manusiawi kita? Di balik aksi sabotase, infiltrasi, dan kejar-kejaran maut, ada pertanyaan yang terus menghantui mereka: Bisakah manusia ditebus? Ataukah kita hanya layak punah bersama bumi yang kita rusak?