TANPA PAMIT

TANPA PAMIT

  • WpView
    Reads 17,301
  • WpVote
    Votes 863
  • WpPart
    Parts 89
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 31, 2022
WpInfo
Poetry
Aku kira aku akan berakhir dengan nama belakangmu, duduk di teras rumah waktu pagi dan sore, memperhatikan anak-anak kita tumbuh besar dan kita menua bersama. Aku ingin kamu merasakan teh buatanku karena kopiku tidak baik untukmu. Aku ingin berada disampingmu saat pagi masih dingin dan sejuk, lalu engkau aku peluk. Namun sayangnya semuanya berubah, jangankan nama belakangmu, namamu bahkan tidak pernah lagi menghiasi notifikasi ponsel ku. Tapi jikalau kamu membaca tulisan ini, tolong ingat seperti inilah perasaan ku terlukis, bagaimana aku berterima kasih padamu karena datang dan pergi. Aku harap kamu bahagia. Dariku. Perempuan yang tidak kau beri ucapan selamat tinggal.
All Rights Reserved
#17
pamit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Sajak Semesta
  • Embun di Ujung Daun (END)
  • AgniaDiary's
  • Sampai Sini [End]
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Memori (End)
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • JAM 3 SORE

Sebenarnya aku masih ingin mengejarmu, namun ku lihat kau tak ingin ku kejar. Tanpa sadar yang kau lakukan adalah untuk membuatku menjauh. Walau sulit, tapi aku akan berusaha jika itu inginmu. Apapun untuk kamu, selain itu aku tak mampu. Jangankan melupakan, mengikhlaskan saja aku belum mampu. Yang berat adalah merelakan bukan meninggalkan. Untuk saat ini aku tak akan mungkin meninggalkan, karena kamu yang akan terlebih dulu meninggalkan. Pergi, memberi sedih meninggalkan kenangan yang akan selalu teringat walau . Kau jauh disana. Aku tak janji, tapi aku akan menepati. Bukan, melupakan melainkan Merelakan...

More details
WpActionLinkContent Guidelines