TANPA PAMIT

TANPA PAMIT

  • WpView
    Reads 17,189
  • WpVote
    Votes 863
  • WpPart
    Parts 89
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 31, 2022
Aku kira aku akan berakhir dengan nama belakangmu, duduk di teras rumah waktu pagi dan sore, memperhatikan anak-anak kita tumbuh besar dan kita menua bersama. Aku ingin kamu merasakan teh buatanku karena kopiku tidak baik untukmu. Aku ingin berada disampingmu saat pagi masih dingin dan sejuk, lalu engkau aku peluk. Namun sayangnya semuanya berubah, jangankan nama belakangmu, namamu bahkan tidak pernah lagi menghiasi notifikasi ponsel ku. Tapi jikalau kamu membaca tulisan ini, tolong ingat seperti inilah perasaan ku terlukis, bagaimana aku berterima kasih padamu karena datang dan pergi. Aku harap kamu bahagia. Dariku. Perempuan yang tidak kau beri ucapan selamat tinggal.
All Rights Reserved
#112
kembali
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sajak Semesta
  • Setelah Langit Berbisik
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Indonesian Poetry
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Damira (END)
  • Rintik Rindu
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]

Kamu akan diam saat hatiku menjerit. *** FYI, ini hasil imajinasi dan karya otak sendiri tanpa campur tangan orang lain. Jadi, kalau ingin copast, tolong cantumkan sumbernya. Dan jangan seenaknya mengomentari karya seseorang. Kamu manusia ciptaan Tuhan, bukan sampah. 24 #sajak 32 #poem

More details
WpActionLinkContent Guidelines