TANPA PAMIT

TANPA PAMIT

  • WpView
    LECTURAS 17,301
  • WpVote
    Votos 863
  • WpPart
    Partes 89
WpMetadataReadConcluida sáb, dic 31, 2022
WpInfo
Poesía
Aku kira aku akan berakhir dengan nama belakangmu, duduk di teras rumah waktu pagi dan sore, memperhatikan anak-anak kita tumbuh besar dan kita menua bersama. Aku ingin kamu merasakan teh buatanku karena kopiku tidak baik untukmu. Aku ingin berada disampingmu saat pagi masih dingin dan sejuk, lalu engkau aku peluk. Namun sayangnya semuanya berubah, jangankan nama belakangmu, namamu bahkan tidak pernah lagi menghiasi notifikasi ponsel ku. Tapi jikalau kamu membaca tulisan ini, tolong ingat seperti inilah perasaan ku terlukis, bagaimana aku berterima kasih padamu karena datang dan pergi. Aku harap kamu bahagia. Dariku. Perempuan yang tidak kau beri ucapan selamat tinggal.
Todos los derechos reservados
#613
kembali
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Indonesian Poetry
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ]
  • Sajak Semesta
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • Damira (END)
  • Sampai Sini [End]
  • Vous Me Voyez? ✔️
  • AURORA

Biarkan puisi-puisiku berbicara. Secukupnya, bukan untuk selebihnya saat bicara bukan lagi menjadi keharusan. Bicara bukan keahlianku, dan menulis sudah menjadi rutinitas ku. . Banyak orang yang membaca puisi ini lalu menyukainya. Namun sedikit orang yang paham akan makna didalamnya. . Selamat membaca. Selamat membaca himpunan aksara absurd yang kelewat absurd ini. Semoga kamu sangat menikmatinya. Menghayati, tenggelam dalam lautan aksara😊. . Happy and enjoy!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido