TANPA PAMIT

TANPA PAMIT

  • WpView
    Reads 17,299
  • WpVote
    Votes 863
  • WpPart
    Parts 89
WpMetadataReadComplete Sat, Dec 31, 2022
WpInfo
Poetry
Aku kira aku akan berakhir dengan nama belakangmu, duduk di teras rumah waktu pagi dan sore, memperhatikan anak-anak kita tumbuh besar dan kita menua bersama. Aku ingin kamu merasakan teh buatanku karena kopiku tidak baik untukmu. Aku ingin berada disampingmu saat pagi masih dingin dan sejuk, lalu engkau aku peluk. Namun sayangnya semuanya berubah, jangankan nama belakangmu, namamu bahkan tidak pernah lagi menghiasi notifikasi ponsel ku. Tapi jikalau kamu membaca tulisan ini, tolong ingat seperti inilah perasaan ku terlukis, bagaimana aku berterima kasih padamu karena datang dan pergi. Aku harap kamu bahagia. Dariku. Perempuan yang tidak kau beri ucapan selamat tinggal.
All Rights Reserved
#17
pamit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Memori (End)
  • Embun di Ujung Daun (END)
  • AURORA
  • Gus Zayn : Langit Biru di Yogyakarta
  • Waktu Senggang (SEGERA TERBIT!)
  • JAM 3 SORE
  • Rintik Rindu
  • AgniaDiary's
  • Damira (END)

Hidup adalah perjalan,dari Bahagia menuju Luka,dari Tawa menuju Air mata,atau bahkan dari sempurna menjadi Tiada Berdaya. Dan begitupun sebaliknya... Kita Hanya Manusia biasa. Yang diibaratkan sebagai Wayang. yang hanya digerakan oleh seorang dalang dengan latar belakang cerita yang berbeda. Kita Hanya Pemain dan Tuhan adalah Dalangnya,ia yang memiliki kuasa sepenuhnya atas apa yang terjadi dihari kemarin,hari ini,dan esok nanti. Namun,Ketika satu persatu hak miliknya hilang. Lalu dipertemukan dengan Insan Yang merubah keadaan tatanan Hidupnya menjadi penuh dengan Tantangan. Sedikit berbeda,Namun...... Bisakah ia bertahan? disaat Menggantungkan Harapan kepada insan yang salah. Berangan angan dengan janji kebahagian di masa mendatang,ataukah ia memilih Pulang,mengakhiri kisah hidupnya yang kelam? "Tidak apa. Anggap Saja Aku tak mendengar semua percakapan kamu dengan teman-temanmu" ucapnya tersenyum sendu dengan lelehan Airmatanya. ⚠ Zona berbahaya✖ ⚠ Banyak Luka dan Airmata Siapkan Mental sebelum membaca Tidak menerima Plagiator✖ @Coretanabstrak02 Highest Rank 👑💙 📖 Rank 1 in #Friendszone 📖 Rank 5 in #bucinremaja 📖 Rank 7 in #storyreal 📖 Rank 4 in #akusukakamu 📖 Rank 1 in #akusukakamu 📖 Rank 1 in #selamattinggal

More details
WpActionLinkContent Guidelines