We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ALEANDRA

ALEANDRA

  • WpView
    Reads 284,079
  • WpVote
    Votes 22,033
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 13, 2021
WpInfo
Fanfic
Marvel
Menurut Aleya dunia itu kejam,takdir itu mempermainkan dan nasib buruk yang selalu menghantui nya. Terlahir dari keluarga yang tak menginginkan nya membuat kehidupan aleya di perlakukan bak hewan.dibentak di pukul di caci maki adalah santapan aleya setiap hari,dan puncak nya saat ia tak sengaja melakukan kesalahan yang kecil dengan tak ada hati nya kedua orang tua mengusir nya.dan karena itu aleya di pertemukan oleh seorang gadis yang menginginkan nya menjadi saudara perempuan nya.tak sampai situ pertemuan tanpa sengaja aleya dengan geng bravengers membuat kehidupan nya berubah 180 derajat. terima kasih telah mengusir ku berkat itu aku bisa merasakan bagaimana kehidupan. yang sesungguh nya -Aleya Qiandra
All Rights Reserved
#936
masalalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • GALASKA [RE-UPLOUD]
  • CHAVANDA (End)
  • IGNIS
  • ASKARA [END]
  • Langit Asmara Azalea [TAMAT]
  • ALBAR
  • CHANGEOVER
  • ALEA (TAMAT)
  • Summer Triangle  (Revisi)

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines