My Beloved

My Beloved

  • WpView
    Reads 24,390
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 7, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Me : "Apa yang kau lakukan vion,aku hampir klimaks. " Geram aku. Davion :" Hahaha, sory sayang.memohon lah padaku hmm, kau mau apa? " Me : " Aku mau melanjutkan kegiatan tadi. " Davion : "kegiatan apa sayang hmm. " Ucap dia sambil menciumi bibir ku. Kepo dengan cerita nya? Yuk buruan baca. Adegan 18++ No plagiat❌❌❗❗ Ni copay, you know? ❗❗❌❌
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Be Yours
  • Vivi Nireesa (Completed)
  • Naughty Nanny
  • Painful Bliss (COMPLETED)
  • She's Mine (COMPLETED)
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • Im Yours.
  • KISAH KITA (END)
  • CINTA SELEBGRAM DAN TUAN CEO (SELESAI)
  • DUTRA AZALEA (COMPLETED)
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines