Belum Siap Kehilangan

Belum Siap Kehilangan

  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 29, 2021
Kisah yang menceritakan hubungan manis antara Kiara dan Nathan yang bertemu saat menonton konser band papan atas Indonesia. Sejak pertemuan itu, Kiara dan Nathan terus membangun komunikasi hingga menumbuhkan rasa cinta antara satu sama lain. Nathan memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Kiara pada saat Valentine. Nathan menyiapkan segala hal yang membuat Kiara terkesan. Kiara pun datang dengan gaun yang sangat cantik. Pandangan Nathan tak mampu berkedip melihat kecantikan Kiara saat itu. "Ki, aku mau menyampaikan sesuatu sama kamu. Perkenalan kita mungkin secara gak sengaja dan bukan dengan cara yang indah. Tapi, seiring berjalannya waktu, keindahan itu hadir sampai membawa rasa yang gak pernah aku duga sebelumnya. Kiara, aku sayang sama kamu" ucap Nathan. Nathan pun bersimpuh dihadapan Kiara dan mengangkat buket mawar sambil berkata. "Will you be my valentine and be mine?" Kiara tersipu melihat perlakuan dan ucapan Nathan saat itu. "Yes, I Will!" ucap Kiara. * * * Dua tahun mereka menjalani hubungan yang hangat, penuh kasih sayang, dan saling support satu sama lain. Mereka dijuluki "Couple Goals" oleh sahabat mereka. Suatu hari, Nathan dengan berat hati harus memberitahu Kiara bahwa ia harus kembali ke Semarang untuk melanjutkan pendidikan. Dengan rasa sedih, Kiara pun akhirnya melepas Nathan demi jenjang pendidikannya. * * * 3 tahun berlalu, selama menjalani hubungan jarak jauh dengan Nathan, akhirnya Kiara dapat bertemu dengan kekasihnya. Rasa rindu yang selama ini mereka pendam, akhirnya dapat terobati. Namun sayang, pertemuan tersebut menjadi akhir dari pertemuan mereka. Kiara harus merelakan kepergian Nathan dari hidupnya untuk selamanya.
All Rights Reserved
#67
kiara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You're Here, But Not For Me
  • Rannia√
  • If Only.. (Seandainya..) I LingOrm
  • KIARA [END]
  • Soal Rasa 2
  • Love Cologne
  • Ex or New? [REVISI]
  • WISHES.
  • Love & Enemy

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

More details
WpActionLinkContent Guidelines