Through The Rain

Through The Rain

  • WpView
    Reads 70
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 16, 2014
Saat rasa terus bersemayam tanpa mendapat kesempatan untuk bersuara, terpendam, jauh dan menangis sendirian, bukankah tak ada gunanya? Saat keduanya sama-sama tak mengerti dan tak merasa, bahwa sebenarnya mereka memiliki rasa yang sama…. Clarine, seorang gadis cerewet, aneh, dan terlalu banyak tingkah, amat menyukai hujan. Karena kenangannya akan hujan adalah ketika Elrion mengajaknya menembus rinai itu, selalu menunggu Clarine dan bersedia menggenggam tangannya kala mereka berlari. Elrion, seorang lelaki santai dan cuek, amat menyukai hujan pula. Karena kenangannya akan hujan adalah ketika ia mengajak Clarine menembus rinai itu, menunggu Clarine yang tertinggal dan menggenggam tangannya kala mereka berlari. Mereka tak ingin kehilangan satu sama lain, tak ingin meninggalkan satu sama lain, hingga suatu hari takdir hendak merenggut janji mereka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Langit yang tak lagi Sama
  • rain
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Married at First Sight : The Antagonist's Bride
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • Silencio

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines