MUSEUM KEHILANGAN

MUSEUM KEHILANGAN

  • WpView
    Reads 1,994
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 12, 2024
We will be blessed and we will be cursed. *** Dari sebalik lakuna pintu memancar remang-remang teplok kemuning. Konon para manusia merajut cerita di tempat itu. Mereka menyebut ruang hangat tersebut rumah. Di sana, hari-hari berlalu meramu sebuah tragedi pilu. Yang lebih tua mencekik tenggorokan anaknya. Kata-kata kasar yang singkat sudah terlontar tanpa sempat tercegat. Tatkala dunia semakin merundung dengan skenario terburuknya, maka "dia" akan hadir diantara manusia. Sosok itu selalu berdiri di sudut kamar, bagai menyaksikan kesedihan manusia disetiap malam yang kelam tiba. Miliaran manusia telah menukar kehidupan mereka dengan "dia". Yang enggan tidur sampai ufuk timur melukiskan panorama langit berona merah bata. "Dia"-lah, Sang Iblis di kepala kita. ❝And here i am, someone to take away all your pain.❞ *** sebuah antologi cerita pendek oleh cloudy :: update jika ada waktu ::
All Rights Reserved
#138
nostalgia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • ALEYA~~
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Strong Girl [TELAH TERBIT]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Luka Lara Luna || END
  • Different [END]
  • Breathe
  • DEARA (END)
  • AMERTA : The Last Embrace
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines