MUSEUM KEHILANGAN

MUSEUM KEHILANGAN

  • WpView
    Membaca 1,994
  • WpVote
    Vote 23
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jan 12, 2024
We will be blessed and we will be cursed. *** Dari sebalik lakuna pintu memancar remang-remang teplok kemuning. Konon para manusia merajut cerita di tempat itu. Mereka menyebut ruang hangat tersebut rumah. Di sana, hari-hari berlalu meramu sebuah tragedi pilu. Yang lebih tua mencekik tenggorokan anaknya. Kata-kata kasar yang singkat sudah terlontar tanpa sempat tercegat. Tatkala dunia semakin merundung dengan skenario terburuknya, maka "dia" akan hadir diantara manusia. Sosok itu selalu berdiri di sudut kamar, bagai menyaksikan kesedihan manusia disetiap malam yang kelam tiba. Miliaran manusia telah menukar kehidupan mereka dengan "dia". Yang enggan tidur sampai ufuk timur melukiskan panorama langit berona merah bata. "Dia"-lah, Sang Iblis di kepala kita. ❝And here i am, someone to take away all your pain.❞ *** sebuah antologi cerita pendek oleh cloudy :: update jika ada waktu ::
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#15
loser
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Deberìa Redirme? (End)
  • Luka Lara Luna || END
  • Different [END]
  • DEARA (END)
  • Paradise
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Let Me Love You Longer
  • Our Emergency Calls

"Apakah Harsa gak boleh punya rumah?" "Kenapa Harsa harus selalu sendirian?" "Nama Harsa, gak cocok buat aku yang cuma bawa bala" "Kenapa, kenapa cuma Harsa yang gak bisa negrasain bahagia. Kenapa ayah selalu mukul Harsa, kenapa Mama tega ninggalin Harsa sendiri. Sedangkan Kak Dirga dan Kak Darsa sama aja! Sama-sama gak pernah nganggap Harsa sebagai saudara. Lalu, adakah alasan untukku bertahan?" Harsa, seorang pemuda bernamakan kebahagiaan yang bahkan belum pernah dia rasakan sekalipun. Deberìa redirme? Haruskah aku menyerah? Ketika rumah bagaikan sebuah neraka. Tempat pulang sesungguhnya dihancurkan begitu saja. Aku harus kemana? Cerita tentang seorang pemuda dengan beribu derita, beribu asa akan harsanya. Start writing: 27 Oktober 2024 End: 12 Mei 2025 Gak nyangka bisa selesai please... hehehe Ini udah tamat ya guyss TAMAT Jangan nungguin lagi, mending nungguin karya baru aku aja. Tahun depan tapi heheheh

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan