Yuk Belajar Kepenulisan!

Yuk Belajar Kepenulisan!

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 21, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Jangan takut untuk menulis! Ketakutan itu ada pada diri kita sendiri. Apa yang kita pikirkan itulah yang membuat kita takut sebelum mencoba. Jangan pernah merasa takut. Kamu bisa, menulis itu bukan sesuatu hal yang menakutkan. Gak percaya? Coba dulu deh, kamu akan ketagihan setelah mencoba. Sayyid Quthb; Pernah berkata : "Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala" Masih ragu untuk menulis? masih takut untuk menulis? atau bingung bagaimana cara untuk memulai ceritanya? yuk baca tips-tips apa yang diperlukan untuk menulis cerita yang baik dan benar. Ayo, mampir! nanti akan ku suguhkan secangkir kopi hangat setiap malam~
All Rights Reserved
#55
event
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • GARIS TAKDIR
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • Menyusun Cerita : Panduan Praktis Menjadi Penulis Hebat
  • Panduan Menjadi Penulis
  • QODARULLAH
  • Self Injury's(complete)✔
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Time Space
  • Bos Galak (ON GOING)

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines