Happiness in Another World

Happiness in Another World

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 23, 2021
Ketertarikannya tentang hal-hal yang belum diketahuinya seperti, UFO, Mermaid, bigfoot dan lainnya. Membuat gadis berambut pirang ini penasaran. Julia mengidap leukemia. Kerena itu, dia ingin tahu fakta-fakta tentang kematian. Julia membutuhkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang enggan dijawab orang-orang. Berbagai cerita, pertanyaan, dan fakta yang dikumpulkannya selama minggu-minggu terakhir kehidupannya. Julia percaya bahwa ada kebahagiaan selain didunia yang dijalaninnya ini, karna tuhan itu maha adil. Pandangannya yang jernih tentang kehidupan dan kematian membuat kita sadar bahwa ada satu fakta kehidupan yang pasti akan dilalui manusia, dan tak akan terelakkan. Yaitu kematian.
All Rights Reserved
#940
kehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENUBA [Tamat]
  • [1] Rain In My Heart
  • ANANDITASWARA [TERBIT]
  • [END] Dadah, Mama!
  • Cerita di Atas Awan
  • 𝔎𝔢𝔫𝔫𝔞𝔫𝔡𝔯𝔞 𝔡𝔞𝔫 𝔏𝔲𝔨𝔞
  • LITTLE GIRL
  • Irene's Mission!
  • Bintang Kecil Diantara Derasnya Hujan

Annawi pernah bertanya pada ibunya mengapa ia dilahirkan dalam keadaan terdoktrin untuk mati perlahan-lahan. Namun ibunya tak memiliki jawaban spesifik mengenai itu. Leukemia yang dideritanya sejak berusia lima tahun jelas menjadi penghambat perkembangan fisik serta pola pikirnya. Tetapi ia tidak pernah bertanya bagaimana penyakit itu diciptakan dan seperti apa rasa sakit itu bila digambarkan. Ibunya selalu bisa menjawab semua itu, ibunya selalu bisa menjadi satu-satunya manusia yang dibutuhkan Annawi bahkan sampai seumur hidupnya. Atau mungkin kalimat 'Hargai setiap detik hidupmu jika tak ingin kehilangan momen tersebut saat kau mati mendadak'. Dan bagaiamana bila seandainya Ann tidak pernah mengidap Leukimia? Bagiamana jika itu semua hanyalah candaan tak berperikemanusiaan? Apakah ia akan sesenang itu memiliki rambut dan tubuh sehat sebagaimana anak perempuan lainnya? Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas Ketersiksaan yang dideritanya selama ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines