Atualizamos nossas Diretrizes de Conteúdo.
Consulte as diretrizes mais recentes para continuar compartilhando histórias com segurança.
Saiba mais
DANDELION

DANDELION

  • WpView
    Leituras 247
  • WpVote
    Votos 39
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, abr 24, 2021
WpInfo
Ficção
Romance
Kebahagian itu seperti gumpalan DANDELION yang melayang di udara dan tak bisa gue tangkap.Gak peduli seberapa keras gue mencoba, seberapa cepat gue berlari,gue gak akan bisa mencapainya.Berharap memiliki kesempatan untuk mendapatkan segala hal yang gue inginkan,tapi gue sadar gue hanya gumpalan DANDELION dengan satu hembusan kecil dari segala arah saja hidupnya sudah hancur berkeping-keping.Saat bunganya luruh satu demi satu terhempas angin,saat itu pula gue gak bisa berharap mereka kembali.Bahkan kini gue kira gue bisa menangkapnya ternyata yang gue dapat hanyalah kehampaan. Ini tentang gue KARINA GABRIEEL yang penuh pengharapan pada Tuhan-Nya tentang cerita selanjutnya sedih,bahagia,atau hilang selamanya. - - - Semoga ini cerita bisa sampai seperti yang author harapkan,gak kaya cerita kemarin yang tiba-tiba mentok.HUHU SEMANGATTT!
Todos os Direitos Reservados
#27
rin
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • BarraKilla
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • REGATHAN [END]
  • Renata Keyla ✔
  • RadenRatih
  • BEDA DUNIA
  • Bagaimana hari ini? (END)

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo