KESEDIHAN
  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 26, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Arghhhh... *Trang tang tang* Kekesalan diiringi dengan suara gelas yang dijatuhkan Kenzo membuat semua orang yang berada di sekitarnya terkejut.. karna mereka baru kali ini melihat Kenzo yang biasanya selalu ceria bisa menjadi sangat kesal begini.. Memang..Kenzo sendiri sudah tidak sanggup menutupi kekesalan dan kesedihan nya yang selama ini dia pendam sendiri.. "Sepertinya aku harus temui dia secara langsung agar kesedihan ini berhenti" ~Kata Kenzo dengan ekspresi yang menyeramkan Apakah Kenzo akan berhasil mengakhiri kesedihan yang sudah di rasakan sejak lama?? Semuanya akan dijelaskan didalam cerita ini.. silahkan baca dan mohon berikan kritik dan saran agar penulis dapat mengembangkan cerita supaya lebih baik lagi.. Terima kasih..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • REGRET [END]
  • Hidupku
  • Bukan Kita D.A.N
  • ARGALAND
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • πŸ’”How If, I Love You TooπŸ’™βœ“
  • Kenzo Emiliano(End)

SELESAI REVISI | CERITA SELESAI | PART LENGKAP --- "Damar! Lepasin aku!" "Fabian itu siapa, hah?! Kenapa kau akrab banget sama dia?!" "Dia cuma teman, Damar! Lepasin aku!" "Cuma teman?! Kau pikir aku bodoh?!" "Da-Damar... Apa yang kau lakukan?!" Namun Damar sudah tenggelam dalam emosinya. Jemarinya merobek paksa kancing kemeja gadis itu, satu per satu kancingnya beterbangan ke lantai. "Jangan! Damar, tolong!" Air mata Chelsie mengalir, tapi tangannya tak mampu menahan dorongan kasar lelaki itu. Semua terjadi begitu cepat. Suara gesekan kain, tubuh yang meronta, air mata yang mengalir tanpa henti. Dan akhirnya... semuanya hancur. Keheningan yang menyesakkan memenuhi ruangan setelah semuanya berakhir. Nafas Damar masih terengah, tubuhnya kaku, jari-jarinya masih mencengkeram sprei yang berantakan. Baru saat itu ia sadar... apa yang baru saja ia lakukan? Di depannya, Chelsie terdiam dengan tatapan kosong. Roknya sudah tersingkap, kemejanya terbuka berantakan, dalamannya entah ke mana. Air mata terus mengalir, membasahi pipinya yang pucat. Damar menatap tangannya sendiri, seolah baru sadar bahwa jemari itulah yang telah merusak segalanya. Ia mencoba mendekat, tapi Chelsie tiba-tiba menjerit dan melempar benda apa pun yang ada di dekatnya-bantal, gelas, bahkan jam meja yang nyaris mengenai kepala Damar. "Pergi! Jangan sentuh aku! Dasar monster!" Suaranya pecah dalam raungan penuh kebencian dan luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines