STANZA NAIM

STANZA NAIM

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 22, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq." Adalah ucapan sakral yang paling ditunggu-tunggu oleh para jomblo keren seperti Qiana. Masalahnya manusia yang Qiana cintai tidak mencintainya, entah itu pemalu atau faham agama. Namun, kekerenan jomblo harus Qiana lepas karena sebuah tragedi yang cukup membuat otaknya pusing tujuh keliling. Alam sangat pandai mengobrak-abrik perasaan siswi-siswi termasuk Qiana, memang terkesan brengsek. Alam juga menutup dirinya karena jika dibuka maka, perjuangan menyimpan rahasia besarnya akan terbuka sia-sia, dan itu gak cakep. Juga 'ingin yang semoga tidak menjadi angan' merajut rasa dengan seseorang yang selalu menciptakan rindu disetiap tindakannya. Namun apakah Qiana dan Alam bersedia dengan kehendak-Nya yang anti-mainstream? --------- "Mungkin ana mematikan lampu di hidup anti, dan membuat pikiran anti terpecah-pecah seperti soal matematika, tapi anti gak taukan niat ana yang sebenarnya?" tanya Alam memastikan. "Oh!" kesal Qiana berpangku tangan sambil membuang muka. "Ngeselin ya anti! Bukannya jawab apa kek gitu, malah dijawab gini, kayak bini lagi cemburu aja!" kontan membuat Qiana melotot. ------ Note: Sepertinya kisah ini tidak cocok untuk yang sedang berpacaran, jangan sampai tulisan absurd ini menganggu rutinitas kalian, juga siapkan baterai penuh dan selamat berpenasaran! Cover: Pinterest
All Rights Reserved
#88
ilham
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALIF 2 : AGEN[IUS]
  • Pahala Surgaku✓
  • Ijbar [Selesai]
  • Lentera Takdir (TERBIT)
  • 𝐌𝐲 𝐁𝐢𝐚𝐬 (𝙶𝚘𝚞 𝙼𝚒𝚗𝚐𝚛𝚞𝚒) | TAMAT |
  • Mahabbah di Ufuk Timur
  • REVAN [SELESAI]
  • A Journey with You
  • Aladin [SELESAI]

Tak pernah terlintas dalam benak Alif akan kasus yang ia tangani puluhan tahun lalu, berubah menjadi sebuah boomerang dendam yang siap menghantam habis keluarganya. Hamzah Al-Ghazawan dan Hasbi Al-Gaishan, kedua putra Alif tidak tahu malapetaka yang menghampiri, ternyata berasal dari dendam yang seharusnya diterima orang tua mereka. Sampai suatu hari Hasbi, dokter muda yang bekerja di forensik ini mengalami kisah tragis dalam hidupnya. Sedih mendalam, terpuruk, dan takut dalam diri Hasbi menggerakkan sang Kakak untuk merubah apa yang dialaminya menjadi sebuh kasus yang harus diselidiki. Hamzah, mengikuti jejak ayahnya menjadi penyidik kepolisian. Dengan segala upaya ia lakukan untuk mencari dalang dibalik semua yang dialami adiknya. Bahkan membentuk sebuah agen bernama AGEN[IUS]. Namun, siapa sangka kesalahpahaman besar timbul ditengah-tengah mereka? "Mari hentikan penyelidikan sampai di sini, Hasbi." "Kenapa? Apa karena yang Abang cari sudah Abang temukan?" "Sejauh ini tidak ada barang bukti spesifik ditemukan dalam kasus Jenna. Tidak ada pelaku yang bisa dijadikan tersangka. Tidak ad -" "Bukan barang bukti, tapi kebenaran. Abang menemukan kebenaran yang aku pun baru tahu. Jika Jenna, sebenarnya cinta pada Abang, bukan?" ___________________________________________ "Menangislah, hatimu baru saja kehilangan. Istirahatlah, ragamu butuh untuk bersandar. Ikhlaslah, ragaku kembali pada Tuhan. Tenanglah, cinta yang kamu khawatirkan sesungguhnya sudah suci terikat dihadapan Tuhan. Pulanglah saat Tuhan sudah menjemputmu, jangan sendirian. Aku akan tetap setia disini menunggumu pulang." -- Amara Jennaira.

More details
WpActionLinkContent Guidelines