~kamu terlalu kelam untuk kudekap~
-
-
-
"K-kumohon... J-jangan"
Pinta sang empu. Darah sudah mengalir di dahinya yang sedikit berkerut karena usia. luka robek di leher, perut, juga bagian samping bibirnya terlihat jelas. Baju lusuh yang sudah robek dimana-mana, akibat goresan-goresan pisau, siapapun yang melihat pasti akan ikut merasakan sakitnya.
"a-aku ...p-punya...s-seo-rang anak.."
BUKK!! suara pukulan yang sangat keras memotong ucapannya, diiringi suara rintihan panjang. terdengar menyakitkan untuk manusia normal, tapi mengasyikkan di telinga Raya askara.
"Maka, seharusnya kau asuh anakmu saja dengan baik. kenapa kau melakukan hal semacam itu?" ucap Raya santai. benar-benar tidak mendeskripsikan seseorang yang baru saja membunuh pria paruh baya berusia 40 an. hanya rumput ilalang panjang tidak terawat, angin malam, dan seseorang yang memperhatikan aksinya dengan masih menggunakan seragam SMP yang bisa mendengar raya. Pak tua tadi? Ouwhh dia sudah bisa dipanggil mayat sekarang.
Soraya Aufarina, gadis berusia 24 tahun yang bekerja disebuah kantor majalah yang ada dikotanya.
diusianya yang masih terbilang muda, Rita ibu dari Raya selalu menuntutnya untuk menikah segera.
"Neng... seminggu lagi itu pertunangan Wulan. Padahal dia baru lulus kuliah loh. masih 22 tahun juga. tapi sudah ada yang melamarnya. lah kamu...??? kamu lebih tua dari dia tapi kenapa sampai sekarang kamu masih betah sendirian begini..?? apa kamu nggak malu..?? atau jangan jangan kamu yang nggak laku..??" berondong Rita.
telinga Raya seakan kebal dengan ucapan dan omelan dari Rita. ia sudah terbiasa dengan hal itu, karna setiap hari Rita selalu berkata dengan kalimat yang sama.
belum selesai urusan Jodoh, Raya kembali dibuat bingung dengan adanya sosok Pria misterius yang seolah selalu mengikutinya dimanapun Raya berada.
akankah secepatnya Raya menemukan Jodohnya..??
dan siapakah sosok pria misterius itu..??
kuyy... simak ceritanya...