Rein

Rein

  • WpView
    LECTURAS 11,133
  • WpVote
    Votos 2,472
  • WpPart
    Partes 55
WpMetadataReadConcluida lun, ene 3, 2022
Ini adalah buku ke 3 dari seri Assassin, sangat disarankan untuk membaca 2 buku sebelumnya untuk mengurangi kesalahpahaman alur.. Kegelapan malam telah menyisakan sebuah penyesalan untuk memejamkan matanya. Rein, mencoba menyelidiki kasus kematian orang tuanya yang masih penuh misteri, meninggalkan trauma dan ketakutan dalam benaknya. Sebagai pewaris tunggal, ia menggantikan posisi ayahnya sebagai raja. Dengan kemampuan yang diwarisi oleh kedua orang tuanya, membuat sosoknya ditakuti. Perjalanan hidup yang diwarnai konflik dan politik licik serta cinta penuh dendam, membangkitkan sosok dirinya yang kejam. Hingga suatu saat ia mengangkat pedang untuk berperang, lagi dan lagi. NB : "Dilarang menyalin cerita tanpa ijin author. Patuhilah undang-undang hak cipta atas sebuah karya."
Todos los derechos reservados
#31
battle
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Aswawarman: The Lost Inscription [TERBIT]
  • Maharaja [Complete]
  • The Exiled Queen (TAMAT) √
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Axel Wargenstranger : Fragment Of The Black Pact
  • Imperial Prince Wants to Live
  • Avalon: Pewaris Takhta

[Event Nusantralogy bersama Maple Media] Tidak semua raja ingin dikenang. Aswawarman bukan salah satunya. Ketika dua prasasti keramat menghilang dari altar istana Kutai, Maharaja Aswawarman panik-bukan karena kerajaannya terancam, melainkan karena namanya perlahan memudar dari batu dan ingatan. Ia tak takut perang, tapi takut dilupakan. Ia mengutus putranya, Mulawarman-bukan karena percaya, melainkan karena berharap. Namun dalam pencarian itu, sang pangeran menemukan luka yang lebih dalam: ketimpangan, penderitaan, dan kebenaran yang disembunyikan di balik gemerlap mahkota. Ia memperbaiki negeri, dan tanpa sadar, prasasti yang hilang mulai menulis ulang sejarah-mengabadikan dirinya, bukan ayahnya. Aswawarman murka. Ia memilih jalan perang, berharap menaklukkan sejarah dengan darah dan kekuasaan. Namun sejarah bukan milik mereka yang memerintah dengan tangan besi, melainkan mereka yang mengabdi dengan hati. Kini, keduanya berdiri di persimpangan: antara ambisi seorang raja dan kebaikan seorang anak dan sejarah pun harus memilih. "Dapatkah ambisi memenangkan tempat dalam sejarah, jika kebaikan telah lebih dulu tertulis?" Mikesehyuna || 2025

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido