SEPERTI HUJAN DI HATIMU

SEPERTI HUJAN DI HATIMU

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 2, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Saat ini aku masih menunggu kehadiranmu,senyummu,dan suaramu menyapaku,walaupun aku tahu itu semua tak akan terjadi sampai kapanpun Ternyata menunggu hanya membuat hidupku berharap lebih,kali ini tidak seperti aku menunggu hujan datang di saat langit masih biru cerah. Aku berharap dia akan datang di saat langit telah mendung,mengikuti rintikan hujan yang berjatuhan kepermukaan bumi dengan sendirinya. - Rain earlyna anatasya - Jangan asal menyimpulkan sendiri jika hanya membaca pralog,karena pralog bukan rangkuman dari semua cerita ini,tapi pralog hanya pembuka sebagian awal cerita,belum tentu happy ending bisa juga sad ending? -salam.Raditia-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rainangkasa #2 [END]
  • Rainasta
  • if tomorrow is dead,what would you do?
  • ✔ Lovemorphosa [completed/revised]
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Kisah Kita Dan Hujan
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Gadis Hujan
  • Dia Hujan dan Cinta Pertama
  • Will You Be My Love Rain?

Hujan memang diciptakan untuk dijatuhkan. Semau dan semampu apapun hujan bertahan, tetap saja jatuh ialah keharusan. Semesta tak kenal kasih. Semesta tak pernah memilih. Jika sebuah hati berpaling, itu bukan salah semesta. Jika pada akhirnya harus mengenal perpisahan, itu juga bukan salah semesta. Salah seseorang yang tak bisa menjaga, salah seseorang yang hanya memberi kecewa. Hujan tak pernah menuntut perlakuan istimewa, namun bukan berarti dirinya diabaikan. ***** "Sa, aku cuma bantu kamu buat bebas. Biar kamu gak lagi sembunyi-sembunyi jalan sama cewek mana pun. Ini satu-satunya cara yang terbaik buat aku dan juga kamu." "Ra... " suara Angkasa berubah parau. Gerimis yang jatuh seakan menusuk seluruh tubuh Angkasa membuatnya merasa kesakitan, terutama hatinya. Namun di sini bukan hanya Angkasa yang merasa sakit, tapi Raina juga. Perempuan itu jauh lebih sakit. "Gue janji, Ra. Gue janji bakal berubah. Kasih gue satu kesempatan lagi." pintanya. Raina menggeleng seraya menarik lengannya. Kemudian, ia beranjak bangun. Disusul oleh Angkasa. Kini keduanya saling berhadapan dengan keadaan basah kuyup. "Aku harap suatu saat kamu temuin perempuan yang bisa bikin kamu bahagia, Sa." ***** Hubungan mereka berada di ambang perpisahan ketika perlahan-perlahan seseorang mengusik hati masing-masing. Ketika kisahnya tak lagi tentang dua orang yang jatuh cinta, tapi tentang dua orang yang sama-sama terluka, sama-sama mencoba bertahan, dan sama-sama melepaskan. Hujan sudah cukup sabar selama ini. Lantas, apakah masih ada kesempatan untuk merekatkan kembali yang retak? Mengembalikan kepercayaan yang dipatahkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines