DEVANO

DEVANO

  • WpView
    Reads 12,275
  • WpVote
    Stimmen 1,605
  • WpPart
    Teile 35
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Juli 16, 2021
WpInfo
Belletristik
Romantik
....... "Raditttt...t" Teriak Vania. "Radit udah gaada Dep" ...... "Misi lo buat jebak gue berhasil kan" Ucap Vania tersenyum masam. "Justru gue yang kejebak" ....... "Peluk gue sampek tidur" Pinta Vano "Manja" ........ Hah... Lucu ya lewat jalur permusuhan dan perjodohan gue ketemu sama cewek yang selama ini gue cari. ........ Radit is dead Selamat tinggal banalu By: Lufers geng Leaders. ........... Dorrr..... Kenapa hidup gue harus sering denger suara tembaka?. ......... Ami......Api...... ........ Mampir aja di cerita pertamaku. Siapa tau suka...
Alle Rechte vorbehalten
#117
gilang
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • GASENDRA [ON GOING]
  • ARGAN
  • KALINDRA
  • TAMARA
  • ALSTARAN [END]
  • Amitié Èternelle
  • LIMERENCE
  • ZERGAN

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien