Melukis Resah Setelah Pisah

Melukis Resah Setelah Pisah

  • WpView
    Reads 6,005
  • WpVote
    Votes 2,194
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 18, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Selama 17 tahun hidupnya, Reely hanya memilki ayahnya-satu-satunya insan yang ia punya. Saat kehilangan-kehilangan pahit mulai menghampiri, ia sadar bahwa dirinya harus memperoleh kebahagiaan sendiri. Namun, luka-luka yang belum ia maafkan justru menjadi penghalang keinginannya untuk bahagia. Bersama Rezi, Reely banyak mengerti apa-apa yang sebelumnya telah ia lewati. Lantas, ia pun berjanji akan memperoleh bahagianya sendiri agar bisa menemani sepinya di kemudian hari. Namun, bagaimana jika tujuannya berdamai pada luka-luka justru membawanya pada sebuah kehilangan lagi? *** Start: 10 Mei 2021
All Rights Reserved
#329
dendam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUKA LILY {Revisi}
  • Benalu [Terbit]
  • Mari Kita Berdamai dengan Luka  (TAMAT)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Kembar Bukan Kembar
  • Lentera Redup {SELESAI}
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • Raya
  • Lava dan Luka

DALAM TAHAP REVISI🚫 Lily lahir dalam kebencian. Ibunya meninggal dunia setelah melahirkannya, membuat ayah dan ketiga kakaknya membencinya sejak ia masih bayi. Di rumah mewah milik keluarganya, Lily hidup seperti bayangan-selalu dimaki, dipukul, dan diperlakukan seperti bukan bagian dari keluarga. Ia hanya boleh makan setelah mereka selesai, tidur di gudang yang dingin, dan naik angkutan umum ke sekolah sementara kakak-kakaknya menikmati kemewahan. Namun, penderitaan Lily tidak berhenti di rumah. Di sekolah, ia menjadi sasaran perundungan, dihina, dan diabaikan seolah-olah ia bukan manusia. Tidak ada seorang pun yang peduli. Tidak ada yang melihat luka yang ia sembunyikan-baik luka di tubuhnya maupun luka yang jauh lebih dalam, di hatinya. Hingga suatu hari, tubuhnya mulai melemah, demam yang tidak kunjung sembuh, dan kelelahan yang terus menghantuinya. Tanpa sepengetahuan siapa pun, Lily mengidap leukemia. Namun, bahkan dalam sakitnya, keluarganya tetap tidak peduli. Mereka bahkan berharap ia segera mati. Sampai akhirnya, Lily menyerah. Ia benar-benar pergi untuk selamanya. Saat itulah, untuk pertama kalinya, rumah itu terasa sepi. Tidak ada lagi suara langkah kecilnya, tidak ada lagi sosok lemah yang selama ini mereka abaikan. Dan saat semua orang mengetahui penyakit yang ia derita, penyesalan pun datang terlambat. Tetapi Lily tidak akan pernah tahu itu-karena dia telah pergi, membawa semua luka dan kesepiannya ke tempat yang lebih tenang. #kematian (1) (10/02/25) #benci (1) (02/04/25) #kepergian (1) (21/02/25)

More details
WpActionLinkContent Guidelines