Melukis Resah Setelah Pisah

Melukis Resah Setelah Pisah

  • WpView
    Leituras 5,979
  • WpVote
    Votos 2,194
  • WpPart
    Capítulos 40
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, out 18, 2021
Selama 17 tahun hidupnya, Reely hanya memilki ayahnya-satu-satunya insan yang ia punya. Saat kehilangan-kehilangan pahit mulai menghampiri, ia sadar bahwa dirinya harus memperoleh kebahagiaan sendiri. Namun, luka-luka yang belum ia maafkan justru menjadi penghalang keinginannya untuk bahagia. Bersama Rezi, Reely banyak mengerti apa-apa yang sebelumnya telah ia lewati. Lantas, ia pun berjanji akan memperoleh bahagianya sendiri agar bisa menemani sepinya di kemudian hari. Namun, bagaimana jika tujuannya berdamai pada luka-luka justru membawanya pada sebuah kehilangan lagi? *** Start: 10 Mei 2021
Todos os Direitos Reservados
#8
melukis
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nathalea
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • Lentera Redup {SELESAI}
  • LUKA LILY {Revisi}
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • RUMAH TANPA ATAP 2 (cerita dari pilar yang telah runtuh)
  • Benalu [Terbit]
  • Jika Rumah Bukan Tempat Pulang
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • Aluka (Proses Penerbitan)
Nathalea

Anak Kedua dengan Seribu Tangisnya "Lea, nanti kalau udah gede jagain abang sama adeknya." "Terus yang jagain Lea siapa?" "Lea anak cewek, jadi harus mandiri." Sejak kecil, Nathalea Arunika Senjana (Lea) hidup dengan beban yang tak seharusnya ia tanggung. Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, ia harus menjadi pengganti kakaknya yang gagal dan selalu mengalah untuk adiknya. Ibunya tidak pernah melihat perjuangannya. Bagi sang ibu, Lea hanya anak yang harus menurut, yang harus bisa segalanya tanpa mengeluh. Setiap kesalahan selalu dibebankan padanya, setiap keluhan dianggap sebagai alasan. Di sisi lain, ayahnya tak pernah peduli. Kesibukannya bekerja membuatnya tak pernah benar-benar hadir dalam hidup Lea. Tidak ada sosok yang bisa ia andalkan, tidak ada tempat untuk bersandar. Baginya, rumah bukanlah tempat pulang yang hangat, melainkan tempat di mana ia harus terus berjuang sendirian. Tidak peduli seberapa lelah atau sakitnya ia, Lea harus tetap kuat. "Mama nggak mau tahu, kamu harus bisa!" "Papa sibuk, jangan ganggu Papa dengan hal sepele." Lea terus berusaha menjadi kuat, menelan semua sakitnya sendirian. Tapi sampai kapan? Sampai kapan ia harus menahan semua luka yang tak pernah terlihat? Sampai kapan ia harus selalu salah dan tak pernah dimengerti? 🥈#hujan 25/04/2025 🥇#terluka 11/09/2025 🥇#tekanan 26/04/2025 6 #broken 22/04/2025 3 #anaktengah 21/03/2025 1 #bandung 25/09/2025 no coppy, usahakan vote [on going]

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo